Jayapura, Nokenlive.Com – Walikota Jayapura Abisai Rollo SH,MH didampingi Plt Sekda Kota Jayapura Evert Nicolas Meraudje, S.Sos juga Dandramil dan Kapolsek Abe melakukan pertemuan bersama para aparat kampung juga bamuskam serta warga kampung nafri pada rabu, (4/6/25).
Ini menjadi pertemuan terakhir di hari yang ketiga daripada program turkam walikot di kampung nafri distrik abepura kota jayapura di Tahun 2025.
Dalam pertemuan yang berdurasi satu jam tersebut, Walikota Jayapura mendapat banyak sekali masukan serta kritikan yang langsung disampaikan warga kampung maupun aparat kampung yang ada di kampung nafri.
Salah satu masyarakat kampung kilion wameau meminta kepada pemerintah kota jayapura, supaya membuat imbauan atau peraturan yang tegas terkait penebangan hutan atau lahan, karena sangat berkaitan erat dengan mata pencaharian masyarakat di kampung khususnya di wilayah adat kampung nafri. Karena bagi mereka ini sebuah ancaman bagi kehidupan masyarakat dan generasi selanjutnya, “ Ucapnya.
Selain Kilion, hal yang lain pun di sampaikan oleh Syors Merahabia terkait pemetaan wilayah adat masyarakat, supaya kedepan tidak terjadi tumpang tindih yang timbulkan gesekan masyarakat adat di nafri dengan masyarakat adat kampung lainnya, dan ini dinilai sangat penting sekali dilakukan.

Sementara itu, Ketua PKK Kampung Nafri juga meminta pemerintah kota jayapura memperhatikan lagi soal kebersihan sebab sampah sangat banyak dan telah bermuara ke pesisir laut teluk youtefa kota jayapura. Dan berikut mengenai ijin operasi sekolah paud di kampung nafri agar bisa direalisasikan sebab ini jadi pergumulan panjang dirinya bagi anak-anak di kampung nafri yang juga dambakan pendidikan yang layak dan memadai di kampung, “ Ujarnya istri dari kepala kampung.
Ditempat yang sama, Yohanis Merahabia selaku tokoh agama yang melayani di kampung nafri meminta buat walikota jayapura supaya dapat memberikan kebijakan ke kepala kampung agar mereka para pelayan gereja di kampung juga dapat menerima insentif layaknya kepala kampung, ondoafi, juga guru sekolah minggu maupun guru ngaji pun, karena hamba tuhan juga manusia.
Menanggapi berbagai masukan dan usulan tersebut, Walikota Jayapura mengatakan semua ini perlu kerjasama yang baik supaya dapat berjalan sebagaimana mestinya. Dan soal tanah itu, masyarakat boleh memanfaatkan program pronal dari kementerian ATR BPN agar setiap tanah milik warga masyarakat dapat di petakan lalu di buat sertifikatnya.

Dan terkait insentif, dirinya bersama wakil dalam janji politiknya telah menyampaikan akan memberikan insentif buat guru sekolah minggu dan guru ngaji dan untuk para hamba tuhan akan dilaporkan ke bagian keuangan agar dapat di perhatikan nantinya, “ Jelas.
Ditambahkan Walikota Jayapura, dirinya pun akan memastikan pemasangan lampu jalan di setiap titik rawan di sepanjang jalan ke nafri dan sebaliknya atau di sudut mana pun yang masih gelap seperti komitmen kami ABR Harus jadi kota yang terang benderang.
Berharap dari pertemuan ini, akan ada evaluasi melalui turkam di kampung nafri yang akan di tindaklanjuti pemerintah kota jayapura kedepan, “ Tutupnya.
Reporter : Melviandres Pamanggori





Apa komentar anda ?