Nabire, Nokenlive.Com – Pemerintah kabupaten Intanjaya gerak cepat menangani korban konflik penembakan antara TNI dan KKB yang terjadi pada hari selasa tanggal 13 mei 2025, tepatnya di kampung ndugusiga (bambu kuning) dan kampung sugapa lama.
Bupati Intanjaya, Aner Maisini S.Kom.,SH mengatakan pada hari kamis, tanggal 15 mei 2025 telah mengirim tim untuk menuju lokasi di kampung Ndugusiga, Distrik Sugapa dan kampung Hitadipa Distrik Hitadipa guna memastikan dan membantu para warga masyarakat korban konflik.
Tim yang di kirim ini di pimpin langsung oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa dan Kampung (DPMK) kabupaten Intanjaya Yoakim Mujizau.
Tidak hanya itu, pasca konflik bersenjata antara TNI dan kelompok kriminal bersenjata atau KKB di intanjaya, Bupati Aner Maisini mengatakan pada hari kamis 15 Mei 2025, tim pemkab turut mengevakuasi dua korban luka tembak ke RSUD Sugapa
Bupati Aner Maisini mengungkapkan pihaknya pun telah melakukan proses evakuasi terhadap tiga (3) korban (luka tembak) ke kabupaten timika untuk mendapatkan perawatan medis lebih lanjut.
“Anak Minus Jegeseni (terluka di telinga), telah di evakuasi lebih dulu, kemarin tanggal 15 mei 2025 ke kabupaten timika. Sementara mama junite Janambani (luka tembak di lengan kanan) dan Openi Wandagau (luka tembak di lengan kiri) di evakuasi hari ini ke kabupaten Timika menggunakan pesawat untuk mendapatkan pengobatan lebih lanjut”. Ujar Bupati Aner Maisini. Jumat, (16/5/2025).

Aner menjelaskan selama proses evakuasi tiga (3) korban luka tembak dari lokasi konflik ke sugapa betjalan lancar.
“Dari proses evakuasi ditemukan dua (2) orang meninggal dunia”. Ucapnya.
Dari data yang diterima, ada masyarakat yang korban meninggal dunia yaitu kepala desa Hitadipa, Bpk Ruben Wandagau dan 4 lainnya dari OPM.
“Mereka ini, kami akan lanjut evakuasi dan untuk yang hilang akan dilakukan pencarian pada besok hari. Karena hari ini kami akan rapat bersama pemerintah, DPR dan semua pihak yang pedili dengan situasi intanjaya”. Tuturnya.
Adapun sebanyak tujuh (7) warga masyarakat sipil yang hingga saat inj masih belum diketahui keberadaannya atau hilang dan keluarga masih melakukan pencarian ke kampung terdekat.
Aner berharap kondisi ini segera berakhir pulih, normal kembali dan intanjaya kembali kondusif.
Untuk itu, ia meminta dukungan doa dari semua pihak untuk pemulihan intanjaya. Semoga masyarakat yang hilang, segera ditemukan.
Ia juga menyampaikan uacapan terimakasih kepada para pengemudi ojek, anak asli intanjaya yang juga turut membantu pemerintah daerah dalam proses evakuasi korban meninggal dunia dan luka tembak di intanjaya.
(Lisa)







Apa komentar anda ?