Jakarta,Nokenlive – Di tengah hantaman banjir yang melanda Kabupaten Jayawijaya, Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Dr. Ones Pahabol, SE, MM, menegaskan bahwa pemerintah provinsi tidak akan mundur dalam menjalankan agenda pembangunan. Ia menyuarakan komitmen kuat untuk mendorong kemajuan daerah meski dihadapkan pada tantangan berat, mulai dari bencana alam hingga tingginya biaya pembangunan.
Banjir yang baru-baru ini menerjang Wamena, ibu kota Provinsi Papua Pegunungan, menyebabkan kerugian besar bagi warga. Rumah, kebun, ternak, dan berbagai harta benda masyarakat luluh lantak, menciptakan krisis yang membutuhkan respon cepat dan kolaboratif dari semua pihak terutama pemerintah pusat.
“Bencana ini bukan hanya persoalan kemanusiaan, tapi juga tantangan serius dalam proses pembangunan provinsi yang masih sangat muda ini,” tegas Ones Pahabol dalam pernyataannya di Jakarta.
Provinsi Papua Pegunungan sendiri baru diresmikan melalui pelantikan Gubernur John Tabo dan Wakil Gubernur Ones Pahabol pada 17 April 2025. Meskipun usianya belum genap sebulan, daerah ini langsung dihadapkan pada ujian berat. Namun Pahabol menilai, kondisi ini justru menjadi dorongan moral dan politik bagi pemerintahannya untuk bergerak lebih cepat dan taktis.
Biaya Hidup Selangit, Infrastruktur Terbatas
Provinsi ini terdiri dari delapan kabupaten: Jayawijaya, Yahukimo, Nduga, Yalimo, Pegunungan Bintang, Mamberamo Tengah, Lanny Jaya, dan Tolikara. Semua wilayah ini menghadapi persoalan serius terkait akses transportasi dan logistik. Harga bahan bangunan seperti semen yang tembus Rp1,5 juta per sak menjadi gambaran nyata betapa mahalnya biaya hidup dan pembangunan di wilayah pegunungan.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri. Perlu ada intervensi nyata dari pemerintah pusat, terutama dalam hal subsidi logistik dan percepatan pembangunan infrastruktur dasar,” ujar Pahabol.
Meski demikian, wilayah Papua Pegunungan menyimpan kekayaan sumber daya alam yang belum dimanfaatkan secara optimal. Potensi ini, jika dikembangkan secara bijak, diyakini mampu mendorong kemandirian ekonomi daerah.
Langkah Strategis: Penataan Wamena dan Kolaborasi Pusat-Daerah
Untuk menjawab tantangan yang ada, pemerintah provinsi mulai menyusun strategi penataan ruang Kota Wamena, termasuk pembenahan sistem drainase yang dinilai menjadi salah satu penyebab parahnya dampak banjir yang terjadi.
“Kita harus menata kembali tata kota agar lebih tahan terhadap bencana. Selain itu, kita sedang mengkaji berbagai kebijakan ekonomi dan infrastruktur agar pembangunan tidak tersendat,” jelas Pahabol.
Ia juga menekankan pentingnya pengembangan sumber daya manusia (SDM) agar masyarakat Papua Pegunungan bisa menjadi pelaku utama pembangunan di wilayahnya sendiri.
Pahabol mengakhiri pernyataannya dengan harapan besar: “Kami percaya, dengan dukungan penuh dari pemerintah pusat dan kolaborasi semua elemen, Papua Pegunungan bisa segera bangkit dan maju sejajar dengan provinsi lainnya di Indonesia.”Tutupnya.
Penulis : Redaksi NL





Apa komentar anda ?