Jakarta, Nokenlive.com – Dalam dinamika politik daerah baru seperti Provinsi Papua Pegunungan, Partai Demokrat tampil sebagai salah satu kekuatan utama yang siap mengawal pembangunan dan melahirkan kader-kader berkualitas. Hal ini ditegaskan oleh Sekretaris DPD Partai Demokrat Papua Pegunungan, Wali Wonda, ST, dalam sebuah wawancara eksklusif.
Menurut Wali, membangun struktur partai di Provinsi baru bukanlah hal yang mudah. Minimnya sumber daya manusia menjadi tantangan besar, apalagi di awal pembentukan pengurus pada tahun 2023 lalu, ia harus menangani seluruh urusan administrasi sendirian.
“SDM kami sangat minim. Dalam pembentukan awal DPD, hanya saya sendiri yang mengurus seluruh administrasi. Padahal, struktur partai memiliki banyak bidang mulai dari Bapilu, sekretariat, hingga bendahara. Ini menjadi beban berat, tetapi sekaligus semangat untuk membenahi,” ujarnya.
Namun setelah sukses melalui tahapan Pemilu, legislatif dan Pemilihan Kepala Daerah Gubernur dan Wakil Gubernur, Wali optimis masa depan Partai Demokrat di Papua Pegunungan akan lebih tertata. Ia menekankan pentingnya pelatihan pasca-Rakerda untuk membekali para pengurus hingga ke tingkat DPC dan ranting.
“Ke depan, kami ingin menertibkan administrasi hingga ke delapan kabupaten. Dari surat-menyurat hingga pembinaan organisasi, semuanya akan diperkuat. Ini bukan hanya soal birokrasi, tapi soal fondasi partai yang kuat,” katanya.
Kawal Aspirasi, Dukung Pemerintahan JONES
Sebagai partai pengusung utama pasangan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan, Wali menegaskan bahwa Demokrat punya tanggung jawab besar untuk mengawal program pemerintah daerah.
“Kami adalah partai pengusung utama dan peraih kursi terbanyak kedua di DPR Provinsi. Sudah menjadi komitmen kami untuk menerjemahkan visi dan misi Gubernur dan Wakil Gubernur ke dalam kerja nyata, melalui fraksi-fraksi kami,” tegas Wali.
Ia juga menekankan bahwa Demokrat siap memberi masukan strategis untuk pembangunan Provinsi ke depan di bawa kepemimpinan Jhon Tabo – Ones Pahabol. Baginya, kolaborasi lintas partai adalah kunci keberhasilan.
“Kami ajak semua partai bergandengan tangan. Semua punya kader hebat, semua ingin Papua Pegunungan maju. Mari kita dukung bersama,” seru Wali.
Pintu Terbuka Bagi Kader dan Tokoh Daerah
Menariknya, Wali juga membuka pintu lebar-lebar bagi siapa pun yang ingin bergabung dalam “honai biru” sebutan akrab untuk Partai Demokrat. Baik kader lama yang pernah aktif, maupun tokoh-tokoh daerah yang belum memiliki kendaraan politik.
“Kami terbuka bagi siapa saja yang masih rindu dengan warna biru. Bagi kepala daerah yang belum punya partai, bagi anak-anak muda yang punya mimpi jadi DPR atau kepala daerah Demokrat siap memfasilitasi. Yang penting, masuk sebagai kader dulu, lalu kita survei dan nilai,” jelasnya.

Kaderisasi Jadi Fokus Utama
Terkait kaderisasi, Wali menyampaikan komitmen penuh Demokrat untuk mengutamakan kader internal dalam pencalonan kepala daerah. Meski diakui bahwa tidak semua kader memiliki kekuatan finansial yang cukup, Demokrat memilih untuk tetap memberi dukungan maksimal kepada kader sendiri.
“Dalam pilkada kemarin, hampir semua calon kepala daerah adalah ketua DPC kami. Ini bukti konkret bahwa kaderisasi berjalan. Kami tidak akan lari dari kader,” katanya penuh semangat.
Ia juga mencontohkan kaderisasi di tingkat pusat yang sukses, seperti Herman Khaeron yang naik menjadi Sekjen Demokrat dari jabatan sebelumnya sebagai Kepala Badan Pembinaan Organisasi, Kaderisasi, dan Keanggotaan (BPOKK) DPP Partai Demokrat.
“Kami akan meniru langkah-langkah Ketua Umum AHY yang memberi ruang kader untuk tumbuh. Target kami adalah membentuk fraksi di delapan kabupaten. Kalau dapat unsur pimpinan, itu bonus,” tutupnya.
Penulis : Redaksi/NL





Apa komentar anda ?