Jayapura Nokenlive. com- Mantan Calon Wakil Gubernur Papua Tertunda yang berpasangan dengan BTM, Yermias Bisay ketika di konformasi melalui via telepon seluler di kampung halamannya di Wapoga Waropen atas mengatakan, dirinya berikan dukungan penuh kepada Bapak Constan Karma untuk menjadi pendamping Bapak Benhur Tomi Mano sebagai wakil gubernur papua dalam pemilihan suara ulang pada pilkada gubernur pada bulan agustus mendatang.
Hal tersebut di sampaikan ketika di hubungi calon gubernur papua melalui telepon seluler dari kediamanan calon gubernur papua pada minggu, (9/3/25).
Sambung Yermias Bisay mantan bupati waropen periode 2020-2025 tersebut, perjuangan rakyat hari ini bukan untuk menangkan pasangan BTM CK di Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua, tetapi demi kebenaran dan keadilan di atas tanah dan negeri yang kita cintai, yakni Tanah Papua, “ Tegasnya Yermias Bisay mantan calon wakil gubernur papua pasangan BTM YB.
Lanjutnya, saya ajak semua warga masyarakat di papua khususnya Tabi dan Saireri untuk terus berjuang sampai pasangan BTM CK terpilih dan keluar sebagai pemenangan dalam Pilkada Gubernur dan Wakil Gubernur Papua nantinya.
Ditambahkan Yermias Bisay, warga masyarakat jangan pengaruh dengan berbagai bisikan tetap berikan dukungan kepada Bapak Constan Karma sebagai wakil gubernur papua yang akan mendampingi Bapak Benhur Tomi Mano, karena yang bersangkutan yakni, CK sangat teruji dan punya pengalaman dalam sejarah pemerintahan di provinsi papua, juga punya pengalaman dalam organisasi politik pernah menjadi pengurus partai golkar di papua, “ Tuturnya Bisay kepada warga yang hadir di kediaman BTM saat deklarasi.
Kemudian, Yermias Bisay pun menyampaikan bahwa periode pemimpin di provinsi papua mulai dari Jap Solossa, Barnabas Suebu, Lukas Enembe dan Klemen Tinal, Contans Karma tetap yang masih ada dan bersih tak bermasalah sehingga layak menjadi calon wakil gubernur papua bersama Bapak Benhur Tomi Mano, “ Ujarnya.
“ Karena Tanah ini punya mata, melihat siapa yang kerja dengan taat,setia dan jujur untuk Tanah Papua, “ Tutupnya.
Penulis : Andika Pamanggory




Apa komentar anda ?