Jayapura, Nokenlive.Com – Kepala Komnas Ham RI Perwakilan Papua, Frits Ramadey menjelaskan, tren eskalasi kekerasan di Tanah Papua masih terus berlanjut dan cenderung meningkat. Sepanjang Tahun 2024 ini komisi hak asasi manusia perwakilan papua mencatat sebanyak 85 kasus kekerasan terjadi di wilayah Tanah Papua.
Hal tersebut disampaikan Frits Ramandey Kepala Perwakilan Komnas Ham RI Perwakilan Papua, saat jumpa pers dalam rangka hari hak asasi manusia se dunia yang ke-76 Tanggal 10 Des 2024 di kantor komnas ham perwakilan papua pada selasa,(10/12/24) siang.
Sambung alumni stisipol silas papare jayapura ini, dari 85 kasus kekerasan tersebut didominasi oleh peristiwa kontak tembak dan penembakan atau serangan tunggal sebanyak 55 kasus, lalu 14 kasus berupa penganiyaan dan pengrusakan sebanyak 10 kasus serta kerusuhan 6 kasus, “ Jelasnya Ketua Komnas Ham.

Lanjutnya, dari 85 kasus kekerasan yang terjadi di Tanah Papua, kasus tertinggi terjadi di kabupaten puncak sebanyak 13 kasus, lalu berikutnya kabupaten intan jaya 11 kasus, yahukimo dan paniai 10 kasus, puncak jaya 9 kasus, pegubin 7 kasus, nabire 5 kasus, sedangkan yang paling sedikit ada di kota jayapura, mamberamo tengah, dan manokwari, “ Ucapnya.
Ditambahkan lelaki asal negeri sejuta bakau waropen ini, dari serangkaian tindak kekerasan yang terjadi di bumi cenderawasih ini, mengakibatkan 114 orang menjadi korban yakni 71 orang meninggal dunia dan 43 orang luka-luka, sedangkan untuk korban dari warga sipil atau masyarakat sebanyak 68 orang dimana 40 orang meninggal dunia dan 28 orang luka-luka.

Selain itu, kata frits ramandey korban kekerasan bukan saja dialami warga sipil tetapi juga aparat keamanan selama di tahun 2024, yang berhasil di rekap oleh Komnas Ham RI Perwakilan Papua yakni 26 orang aparat keamanan dimana 15 meninggal dunia dan 11 orang luka-luka, lalu dari kelompok bersenjata sebanyak 19 orang dan juga 1 orang warga asing.
Sementara itu di momentum hari hak asasi manusia se dunia di Tahun 2024, komnas ham perwakilan papua memberikan sejumlah catatan dan seruan sebagai berikut :
Pertama komnas ham perwakilan papua sampaikan dukacita mendalam atas jatuh korban akibat tindakan kekerasan yang selama ini terjadi di Papua, yang kedua ialah meminta kepada presiden terpilih supaya menjamin keamanan terhadap seluruh warga negara yang ada di indonesia termasuk di Papua, dan yang ketiga ialah mendorog tata kelola keamanan dan penempatan satgas di Papua dapat berkordinasi dengan komandan teritorial di daerah, karena menggunakan pendekatan kearifan lokal bukan dengan tindakan kekerasan, lalu yang terakhir adalah meminta aparat penegakan hukum melakukan tugasnya secara cepat, tepat dan terukur terhadap setiap pelaku kekerasan di Tanah Papua, “ Ungkapnya.

“ Melalui hari hak asasi manusia di Tahun ini, komnas ham perwakilan papua meminta dan mendesak kepada kelompok TPM OPM agar tidak melakukan tindak pengrusakan yang berdampaknya bagi rusaknya fasilitas publik dan terganggu pelayanan publik di wilayah papua, “ Tegasnya.
Kegiatan HUT ke 76 Thn 2024 dihadiri insan pers baik cetak dan elektronik serta online yang ada di kota dan kabupaten jayapura.
Andika Paman





Apa komentar anda ?