
Jayapura, Nokenlive
Meskipun masih berstatus sebagai Calon Gubernur Papua, Berbagai program yang diluncurkan BTM memiki pesan kuat yang memancarkan dedikasi juga keseriusan meniti langkah sebagai kosong satu Papua. Programnya yang melalui kajian dan analisis disusun secara detail menunjukan sisi pengalamannya yang mapan dan terarah.

Termasuk program menaikan TPP ASN yang dikatakan Benhur Tomi Mano dihadapan ratusan relawan Se- Kabupaten Jayapura. “Saya berkewajiban untuk meningkatkan kinerja ASN agar mampu bekerja dengan baik, salah satunya dengan menaikan TPP (Tambahan Penghasilan Pegawai),” terangnya.
Mano menilai kenaikan TPP dapat merangsang kenaikan kinerja ASN agar bisa melayani masyarakat dan mengelola tugasnya dengan profesional.

Menjawab terkait besaran APBD yang tersisa separuh, Dia mengatakan hal itu bisa dikelola dan bukan asal bicara saja . “Kenaikan TPP itu bukan omong kosong, sudah kami hitung, sekarang jumlah pegawai kita dengan yang baru bisa capai 8 ribu, jumlahnya sangat cukup untuk dibiayai dari APBD apalagi ini demi meningkatkan pelayanan publik kepada masyarakat” terangnya. Menurut BTM kenaikan TPP bisa menjadi jurus andalan cegah korupsi, tentunya penerapannya mengacu pada kinerja pegawai.
Besut Papua Utara Sebagai Program Prioritas
Sementara itu untuk program andalan yakni pemekaran wilayah Papua Utara sudah dikaji pula secara mendalam oleh Timses. “Kita sudah mengkaji, kita buat dari Tahap pertama apa yang harus dilakukan, sampai tahap selanjutnya termasuk dana APBD dan Pusat yang harus disiapkan juga terkait kajian ibukotanya,” ungkap BTM
BTM menegaskan bahwa semua program yang dibesut telah melalui analisa dan survey agar implementasinya lebih jelas. Papua Utara sendiri memiliki cakupan wilayah diantaranya Kabupaten Biak Numfor, Supiori, Kep. Yapen, dan Waropen.
Untuk diketahui, Benhur Tomi Mano bukanlah orang baru dalam dunia birokrat, selain memiliki gelar Sarjana IIP Depdagri, mantan Walikota Jayapura ini juga menyandang gelar doktor dari Fakultas Ilmu Ekonomi dan Manajemen Universitas Brawijaya, Malang. Berpengalaman dalam bidang manajemen bencana alam yang diperoleh dari Lee Kuan Yeuw School Of Public Policy, Singapura. BTM juga pernah tercatat sebagai lulusan terbaik dan dikirim untuk melanjutkan bidang pelayanan publik di Harvard University, Amerika. (Fibra)




Apa komentar anda ?