
Jayapura, Nokenlive
Langkah PDIP melaksanakan FGD membahas program strategis kandidat Gubernur Papua adalah bentuk pertanggungjawaban terhadap konstituen yang notabene adalah rakyat Papua. Hal ini sekaligus menegaskan bahwa calon yang diusung partai berlambang Banteng ini berkontestasi dengan tujuan keberpihakan terhadap kepentingan masyarakat. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD PDIP Herry Naap di sela-sela kegiatan yang dipusatkan di Paray, Biak belum lama ini.
Dikatakan olehnya, kegiatan FGD ini juga menyelaraskan penerapan program strategis kandidat agar sesuai dengan realitas kebutuhan masyarakat dan dapat disandingkan dengan konsep nawacita partai sesuai instruksi Ketua Umum PDIP.
Disinggung terkait koordinasi kepada Bawaslu terkait kegiatan FGD ini, Herry Naap menjawab sudah menghubungi pihak Bawaslu dan diberikan arahan agar tidak melanggar aturan. “Kami tidak mau melanggar, sehingga tunduk pada aturan, dan sudah dikoordinasikan dengan Bawaslu agar kegiatan bisa terlaksana sesuai ketentuan yang berlaku”, ucapnya.
Sementara itu Benhur Tomi Mano, kandidat Gubernur Papua yang diusung PDIP ini mengapresiasi langkah partai menggelar FGD, menurutnya hal ini penting guna menyusun visi dan misi yang terstruktur dan konstruktif sesuai dengan usulan juga masukan masyarakat. “Terima kasih atas masukan yang konstruktif, FGD ini sangat penting sekali agar kita dapat menyusun visi dan misi yang sejalan dengan keinginan masyarakat, juga ada banyak usulan dari tokoh-tokoh pemuda maupun masyarakat yang berkaitan dengan otonomi baru, dan kita akan merespon hal ini demi menjalankan kolaborasi yang melahirkan konsep pemerataan dan percepatan pembangunan “, paparnya.
Di tempat yang sama, salah seorang Tokoh Pemuda Saireri, Gifli Reinaldo Buinei mengapresiasi kegiatan FGD yang digelar PDIP. “Ini mungkin satu-satunya partai yang mau dengarkan usulan masyarakat, dan kami apresiasi bahwa pasangan Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai akan mengakomodir usulan terkait daerah otonomi baru di wilayah Saireri sesuai usulan kami”, pungkasnya.
Untuk diketahui PDIP bersama Koalisi Perjuangan Rakyat Papua mengusung pasangan Benhur Tomi Mano dan Yermias Bisai pada gelaran Pilkada Provinsi Papua bulan November mendatang. Perjuangan keduanya cukup berliku karena terancam batas ambang dukungan partai. Namun putusan MK lalu merubah konstalasi politik di Provinsi Papua dan memuluskan jalan BTM- Yermias yang memiliki hasil perolehan suara teratas berdasarkan hasil survey. (Redaksi)




Apa komentar anda ?