
PEGUBIN, Nokenlive.com
Sebagai bentuk pernyataan sikap untuk setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia, masyarakat adat beserta Tokoh Pemuda dan Ormas Tim Pengawal Pembangunan Perbatasan menggelar kegiatan pawai bendera merah putih.
Pawai yang digelar, berupa konvoi kendaraan bermotor yang diikuti sekitar 200 orang menggunakan 50 kendaraan roda dua dan tiga unit kendaraan roda empat.
Danramil 1715-01/Oksibil Kapten Cba Dwi Wawan H yang mengkoordinir kegiatan tersebut mengatakan, Pawai Konvoi Bendera Merah Putih adalah bentuk pernyataan sikap bersama masyarakat adat dan nusantara serta tokoh pemuda yang mengharapkan agar kabupaten Oksibil selalu aman dan damai sekaligus berupaya agar tidak ada lagi kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan pancasila dan UUD 1945, terlebih hal tersebut mengganggu kenyamanan dan ketertiban masyarakat.
“Selain sebuah pernyataan sikap ini sekaligus ajang untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari bersama kita ciptakan rasa aman dan damai agar aktivitas pembangunan berjalan lancar”, tuturnya.
Sementara itu Terkait dengan peringatan tanggal 1 Juli, Melius Tabonpongky Uopdana selaku Sekretaris Kepolisian Devisi X Bintang Sifik menyatakan bahwa yang paling penting adalah Pancasila dan UUD 1945, apabila ada kegiatan diluar dari itu maka tidak berarti dan tidak beruntung bagi masyarakat. Untuk masalah Papua sebenarnya sudah final pada tahun 1969 dan untuk saat ini mungkin hanya propaganda saja, jadi untuk itu pemerintah tidak perlu khawatir,” katanya.
“Mari rekan-rekan yang berbeda ideologi, bahwa mereka juga bagian dari NKRI dan kami ingin agar mereka kembali dan mendukung pekerjaan pemerintah apalagi Pegunungan Bintang berbatasan langsung dengan Negara PNG,” sambungnya.
Melius Tabonpongky Uopdana selaku Sekretaris Kepolisian Devisi X Bintang Sifik meminta rekan seperjuangan untuk Papua Merdeka kembali kepada NKRI. Pihaiknya yang mengaku mewakili Ketua Parlemen Devisi X Bintang Sifik, pernah turut berperang dengan konsep Papua Merdeka pada 1 Juli 1971 di Markas Victoria PNG. (Red)




Apa komentar anda ?