ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Rabu, April 22, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Tak Pernah di Sentuh, Petani Kopi di Kampung  Yanbra Kemtuk Gresi Butuh Perhatian Pemerintah

Tak Pernah di Sentuh, Petani Kopi di Kampung  Yanbra Kemtuk Gresi Butuh Perhatian Pemerintah

Oleh : NOKENLIVE
16 Maret 2023
Di Kabar Daerah, Papua Terkini, UKM, Bisnis dan Keuangan
0
Ketua Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama, Usaha Bersama Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Gideon Waisima.(FOTO IST/REDAKSI)

Ketua Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama, Usaha Bersama Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Gideon Waisima.(FOTO IST/REDAKSI)

Sentani – Nokenlive.com

Merasa belum disentuh oleh Pemerintah selama ini kelompok petani kopi di Kampung Yanbra Distrik Kemtuk Gresi Kabupaten Jayapura berharap ada perhatian khusus dari Pemerintah Kabupaten Jayapura baik untuk pengembangan lahan, pemasaran dan fasilitas penunjang untuk alat angkut biji kopi hasil panen.

Koordinator Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Herman Bayani.(FOTO IST/RED)
Koordinator Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama Kampung Yanbra, Distrik Kemtuk, Kabupaten Jayapura, Herman Bayani.(FOTO IST/RED)

“Jadi sejak tahun 1925 biji kopinya merupakan peningalan Belanda. Ketika itu orang Belanda memberikan biji kopi, kapas dan kelapa bagi masyarakat di Kampung Yanbra untuk dikembangkan,” ungkap Koordinator Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama Kampung Yanbra Distrik Kemtuk, Herman.

Kata Herman, sejak almarhum bapak Habel Melkias Suwae menjadi Bupati Jayapura, dia mengerakkan masyarakat wajib tanam kakao,sebagai program primadona Pemerintah Kabupaten Jayapura untuk meningkatkan kesejahtraan masyarakatnya. Namun ketika itu salah satu tokoh masyarakat di Kampung Yanbra bapak Gideon Waisima mengajak masyarakat disini bagaimana kalau mengembangkan kopi peningalan belanda ini agar tidak hilang.

Sejak masyarakat, melalui kelompok tani yang dibentuk ketika itu,  mulai mengembangkan kopi ini, sejak saat itu pula mereka membuat proposal permohonan bantuan ke Pemerintah  Kabupaten Jayapura melalui Dinas terkait untuk mendapatkan bantuan. Namun malangnya ketika itu kelompok tani kopi yang di Ketuai bapak Gideon Waisima ini mendapat penolakkan.

“Jadi mereka malah menyuruh kelompok tani kopi ini kembali ke kampungnya bekerja dan terus mengarap lahannya.Dari dinas terkait waktu itu menyampaikan kerja saja dulu nanti Pemerintah dan Dinas terkait akan turun bawa bantuan.Namun faktanya sejak kopi ini dikembangkan hingga sekarang ini Pemerintah sama sekali tidak datang untuk membantu sesuai janji mereka atau sekedar melihat pengembangan kopi milik kelompok tani ini,” tutur Herman.

Pihaknya juga bahkan sudah mengajukan permohonan bantuan ke Distrik  dan Kampung setempat agar bisa diangarkan sedikit dananya agar ada semangat dari petani kopi ini untuk mengembangkan lahannya tetapi tetap sama hasilnya tidak ada perhatian.

“Hasil kopi ini cukup banyak bahkan sekali panen ini bisa mencapai 10-15 karung. Kendalanya alat pengupas kulit kopi tidak ada, sehingga petani mengunkan dengan cara manual ditumbuk. Kalaupun ada alat pengupasnya hanya satu buah saja milik ketua kelompok dan itu tidak bisa membantu cepat proses pengupasan kulit dari kopi ini,”pintanya.

Herman berharap Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa datang melihat dan membantu petani kopi ini.Sehingga kendala yang mereka hadapi selama ini bisa terjawab.

”Yang kami butuhkan disini alat pengupas kulit kopi,kalau bisa pemerintah bantu.Selain itu pemasaran hasil kopi ini juga jadi kendala, dan fasilitas penunjang untuk alat angkut biji kopi hasil panen,”tuturnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua Kelompok Tani Kopi Usaha Bersama, Gideon  Waisima mengaku ada 20 kelompok yang mengembangkan usaha kopi diwilayahnya. Hanya saja mereka terkendala alat penunjang pengupas kulit kopi dan fasilitas untuk alat pengangkut biji kopi hasil panen dan pemasarannya.

“Ada sekitar ribuan kopi yang ditanam masyarakat disini. Hanya dalam perjalanannya tidak efektif karena banyak tumbuhan kopi ini terserang hama.Selain itu dengan keterbatasan petani ini juga menjadi kendala lain untuk mereka kembangkan usaha kopi ini lebih baik dan banyak ditanam,”pintanya.

Gideon berharap agar Pemerintah Kabupaten Jayapura bisa turun dan melihat langsung. Karena ini salah satu potensi yang dimiliki masyarakat di Kampung Yanbra Distrik Kemtuk Gresi untuk membantu peningkatan ekonomi keluarga mereka.

“Kita bisa lihat di wilayah lainnya  di Kabupaten Jayapura, dimana tanaman kakao itu sudah tidak dikembangkan lagi.Padahal itu dulunya merupakan program primadona Pemerintah ketika itu. Justru sebaliknya kami yang dulunya memilih untuk mengembangkan kopi diwilayah ini masih terus berlanjut walaupun mendapatkan kritikan dari Pemerintah ketika itu karena dianggap tidak sesuai dengan kebijakkan mereka,” tambah Gideon.

Gideonpun berharap Dinas terkait di Kabupaten Jayapura bisa membantu mereka fasilitas penunjang terutama alat pengupas kopi.Sehingga petani kopi ini bisa lebih mudah lagi untuk mengolah biji kopi hasil panen.Selain itu membantu pemasarannya,karena selama ini ada pengusaha kopi yang datang langsung membeli dipetani dengan harga murah.

“Mudah-mudahan ada perhatian Pemerintah setempat,sehingga apa yang menjadi kesulitan para petani kopi selama ini bisa terbantu,”tutup Gideon.(HANS PALEN)

Tags: Distrik Kemtuk Gresikabupaten jayapuraKampung YanbraKelompok Tani Kopi Usaha Bersama
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Personel Pos Patmor 4, Kembalikan Motor yang Hilang Milik Seorang Ibu

Berita Selanjutnya

Buka Festival Budaya Biak, Herry :  Akan Tampilkan Atraksi Pemangilan Kus – kus dan Ular

Berita Terkait

Ones Pahabol Serahkan 4 Usulan Strategis ke Wapres Gibran
Nasional

Ones Pahabol Serahkan 4 Usulan Strategis ke Wapres Gibran

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding
Kabar Daerah

Kadis Pendidikan Jayapura Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Lewat Pembelajaran Mendalam dan Koding

Semangat Kartini di SMPN 9 Jayapura: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi
Kabar Daerah

Semangat Kartini di SMPN 9 Jayapura: Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi

Longsor Lumpuhkan Jalur Wamena–Tolikara, Warga Tagime Desak Pemerintah Turun Tangan
Kabar Daerah

Longsor Lumpuhkan Jalur Wamena–Tolikara, Warga Tagime Desak Pemerintah Turun Tangan

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua