Jayapura, Nokenlive.com
Direktur Reserse Narkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian menyebutkan bahwa selama perayaan natal hingga memasuki pergantian tahun ini, permintaan akan minuman keras local (milo) cukup meningkat ditengah masyarakat.
Oleh karena itu, pihaknya melalui seluruh satuan narkoba di Polres jajaran akan tingkatkan operasi dilapangan.
“Kami telah kantongi beberapa titik lokasi penjualan minuman keras local,” jelas Dirnarkoba Polda Papua, Kombes Pol Alfian, saat dijumpai wartawan usai menghadiri kegiatan refleksi akhir kinerja Polda Papua Tahun 2022, Rabu, (28/12/22).
“Tetap dalam pengawasan aparat keamanan,” singkatnya.
Kata Kombes Pol Alfian, pembuatannya minuman keras lokal cukup mudah dan harganya relatif murah membuat permintaannya lebih tinggi di Papua.
Disinggung soal peredaran narkoba di Papua, Kombes Pol Alfian menuturkan bahwa untuk narkoba jenis ganja masih dominan diwilayah Papua.
Sementara barang haram tersebut rata-rata berasal dari wilayah perbatasan NKRI yakni dari PNG yang masuk ke Papua melalui kawasan perbatasan.
“Lebih banyak penyeludup mereka lewat jalan tikus maupun melalui jalur laut,” jelasnya.
Sedangkan khusus untuk narkoba jenis sabu, kini semakin meningkat di Papua tapi lebih khusus pada beberapa daerah tertentu karena aktifitas pertambangan seperti Timika dan Boven Digul juga Nabire, inilah membuat peredaran narkoba jenis sabu meningkat disana, ketimbangan diwilayah Jayapura.
“Meskipun alami peningkatan, namun skalanya masih kecil dan tidak signifikan permintaannya,” katanya.
Kepada masyarakat Papua, Kombes Pol. Alfian mengajak ikut ambil bagian bersama aparat keamanan maupun pemerintah daerah untuk menekan sekaligus memberantas peredaran dan penyelundupan narkoba di Papua.
“Namanya narkoba, jenis apapun baik ganja maupun sabu, itu tidak memberikan manfaat yang hanya merusak generasi muda sebagai calon pemimpin dimasa depan, oleh karena itu mari kita warga Papua sama sama aparat kepolisian memberantasnya,” tutp Kombes Pol Alfian. (ANDIKA PAMAN)





Apa komentar anda ?