
𝐘𝐚𝐥𝐢𝐦𝐨, 𝐍𝐨𝐤𝐞𝐧𝐥𝐢𝐯𝐞.c𝐨𝐦
Jemaat GKI Klasis Yalimo Elelim, kabupaten Yalimo peringati Jubelium 50 tahun emas Injil masuk dilembah Werenggikma itu, Jumat, (11/11/2022).
Selain marayakan 50 tahun emas Injil masuk di daerah itu, gereja GKI kampung Halialo Rayon Werenggikma Klasis GKI Yalimo Elelim, sekaligus meresmikan tugu Salib sebagai symbol pertamakali Injil masuk di daerah itu pada 11 November 1972 silam.
Acara turut dihadiri Badan Pengurus Sinode (BPS) GKI Wilayah X, Pdt. Yudas Meage, S. Th, Ketua Klasis Yalimo Elelim, Pdt. Yahya Walianggen, S. Th, penginjil pertama Matius Kepno, anak-anak penginjil pertama, 3 Anggota DPRD Yalimo, Korwil Koboy Yalimo dan Yahukimo, Alfred Ilintamon, SH, seluruh penginjil, dan jemaat dari 9 gereja serta salah satu filial di Rayon Werenggikma.
Acara memperingati 50 Tahun Emas sekaligus peresmian Tugu Salib ini diawali dengan ibadah singkat dipimpin Badan Pengurus Sinode (BPS) GKI Wilayah X, Pdt. Yudas Meage, S. Th. Sementara pembacaan kitab Injil diambil dari Perjanjian Lama Yosua 24 : 27 dan Perjanjian Baru, 1 Petrus Pasal 2 : 9-10.
Dalam khotbahnya, Pdt. Yudas Meage mengatakan, berdasarkan Firman Tuhan mengajak kepada seluruh jemaat Werenggikma bahwa Injil diberitakan didaerah ini setelah sampai tahun 50 tahun dari 11 November 1972 – 11 November 2022.
“Ini satu tanda meletakkan Tugu Salib untuk memperingati 50 Tahun dan juga untuk mengingatkan generasi masa depan bahwa daerah ini perna diperjuangkan oleh orang-orang tua kita yang telah mendahului kita semua,” jelas Pdt. Yudas Meage.
Kata Pdt, Yudas Meage, pembangunan Tugu Salib itu merupakan suatu gerakan dan semangat masyarakat untuk bagimana buah Injil itu, karena diri mereka adalah buah Injil.
Usai melaksanakan ibadah singkat memperingati 50 tahun emas di lembah Werenggikma dilanjutkan dengan menyalahkan api obor oleh penginjil pertama Matius Kepno, dilanjutkan secara bersamaan bersama gereja dan pemerintah melakukan pengguntingan pita Tugu Salib disaksikan seluruh anggota jemaat dan para tamu undangan lainnya.
“Setelah saya terpilih menjadi anggota BPAM wilayah X ini telah melakukan beberapa kegiatan wilayah ini dengan hal yang sama. Oleh sebab itu, diri mereka adalah buah Injil yang benar-benar memiliki Yesus sebagai juru selamat,” katanya.

Ditempat sama, ketua Klasis Yalimo Elelim Pdt. Yahya Waliangg, S. Th menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPS GKI Wilayah X menghadiri kegiatan ini dan juga seluruh panitia serta anggota Jemaat Rayon Werenggikma yang telah menyelesaikan pembangunan Tugu Salib sehingga moment Yubelium 50 Tahun Emas ini bisa diresmikan dengan baik.
“Umat ini kita siapkan supaya mereka betul-betul siapkan diri untuk umat Tuhan yang terbaik dimata Tuhan, supaya mereka juga sama seperti orang-orang Kristen yang lainnya,” ujarnya.
Pdt. Yahya juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada pemerintah Yalimo maupun Yahukimo yang terus mendukung menopang dalam kegiatan seperti ini.
Ia berpesan kedepan umat Tuhan disini lebih meningkatkan kehidupan Rohani, hidup dalam kedamaian persekutuan dan rajin beribadah, hidup takut akan Tuhan dan rajin melaksanakan kewajiban-kewajiban ibadah sebagai orang Kristen.
“Supaya umat milik Tuhan, dalam khotbah tadi disampaikan itu. Dulu itu Tuhan tidak mengasihi kita tetapi sekarang Tuhan pilih kita dan dikasih oleh Tuhan”. Pesannya.
Ditempat sama panitia pembangunan Yoel Aliknoe, ST. M. Si dalam laporan menyampaikan bahwa selaku panitia pembangunan 50 Tahun Emas di kampung Halialo Rayon Werenggikma Klasis GKI Yalimo Elelim.
“Kami dilantik dari sejak tanggal 25 Mei 2022, setelah itu dalam 3 bulan kami tidak lakukan kegiatan karena kekurangan biaya lalu kami memulai pekerjaan dari bulan September,” jelas Yoel.
Terhitung dari bulan September, kata Yoel Aliknoe pekerjaan ini selesai dalam waktu 35 hari meskipun pekerjaan ini begitu susah karenaa di kampung semua material datangkan dari Jayapura dan Wamena melalui pesawat dan material lokal batu dan pasir ini masyarakat angkat di kali.
Yoel Aliknoe lebih jauh menjelaskan, jumlah biaya pengeluaran pembangunan Tugu Salib ini, bantuan dari pemerintah kabupaten Yalimo sebesar Rp700 juta, sumbangan dari Rayon Werenggikma Rp927.882 kemudian total keseluruhannya Rp1.6 milar lebih dengan sumbangan ternak babi sebanyak 75 Ekor dan ayam 45 ekor.(ARNY HISAGE)





Apa komentar anda ?