Jayapura, Nokenlive.com

Sejumlah anggota kepolisian bersama pegawi Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua yang dipimpin jenderal bintang satu ditubuh kepolisian “geruduk” SMPN 2 Kota Jayapura.
Kedatangan Brigjen Pol. Rahmat Hidayat bersama sejumlah anggota bukan untuk mengeledah sekolah SMPN 2 Abepura, Kota Jayapura yang beralamat diseputaran lingkaran Abepura tepatnya dijalan manokwari, Distrik Abepura, Kota Jayapura, Papua, melainkan bersama-sama dewan guru, siswa siswi dan sejumlah staf tata usaha melaksanakan upacara bendera Merah Putih dihalaman sekolah, Senin, (7/11/22.
Brigadir Jenderal (Brigjen) Pol. Rahmat Hidayat merupakan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Papua bertindak sebagai pembina upacara Bendera Merah Putih.
Sebagai pembina upacara, dalam amanatnya, Kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol. Rahmat Hidayat mengajak seluruh siswa siswi dan dewan guru agar bersama sama ikut mencegah dan memberantas peredaran gelap narkoba jenis apapun.
“Karena narkoba sangat berbahaya dan punya dampak negatif bagi kesehatan dan masa depan generasi muda itu sendiri, khususnya bagi para siswa dan siswi yang ada di SMP N 2 Jayapura, Kota Jayapura, Provinsi Papua,” jelas Brigjen Pol. Brigjen Pol Rahmat Hidayat.
Kata Brigjen Pol. Brigjen Pol Rahmat Hidayat, generasi emas Papua yang duduk dibangku sekolah menengah pertama ini merupakan jiwa penerus pembangunan Papua kedepan.
Brigjen Pol. Brigjen Pol Rahmat Hidayat menyampaikan, narkoba punya berbagai jenis yakni ganja, heroin, sabu, dan lain sebagainya.
Untuk di Papua, narkoba yang paling menonjol yaitu jenis ganja yang berasal dari negara tetangga, Papua New Guinea (PNG). Rata-rata barang haram ini masuk ke Indonesia melalui jalur transportasi laut.
Kepada wartawan nokenlive.com usai memipin upacara, Jenderal Bintang Satu ini, memiliki harapan besar kepada seluruh siswa siswi SMPN 2 Jayapura agar tidak terlibat dan ikut dalam penyalagunaan narkoba khususnya jenis ganja karena akan merugikan diri sendiri maupun keluarga, bahkan masa depan anak-anak sebagai generasi emas di Tanah Papua.
“Dengan mencegah dan menjahui narkoba sejak dini, anak-anak yang ada di SMP N 2 Jayapura, Kota Jayapura, akan ikut mendukung pembangunan di Papua, dan suatu hari bisa menjadi calon pemimpin masa depan Papua yang hidup tanpa narkoba,” tegas kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol Rahmat Hidayat.
Brigjen Pol Rahmat Hidayat juga minta kepada para peserta didik untuk menolak sejak dini tawaran yang merusak masa depan yang bermula dari ajakan isap rokok dengan kalimat, “masa laki-laki ko tra isap rokok”.
Kata dia, kalimat ini lah yang dapat menjerumuskan anak-anak untuk jatuh dan terlibat masuk kedalam penyalagunaan narkoba.
“Hal ini sangat perlu diperhatikan baik oleh peserta didik, dewan guru maupun komponen sekolah bahkan para orangtua siswa itu sendiri,” pesanya.
Usai berkunjung ke SMPN 2 Jayapura di Abepura, kepada wartawan nokenlive.com, kepala BNN Provinsi Papua, Brigjen Pol Rahmat Hidayat menjelaskan, narkoba jenis ganja dari PNG selain masuknya melalui jalur laut juga ada yang masuk melalui darat, jalur tikus atau jalan setapak.
Dikunjungi Jenderal Bintang Satu, Suatu Penghargaan Besar Sekolah
Sebuah penghargaan besar dewan guru dan siswa siswi SMP N 2 Jayapura, dikunjungan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi Papua, Brigjen Pol Rahmat Hidayat.
Apalagi saat berkunjung kesekolah tersebut, Brigjen Pol Rahmat Hidayat bertindak sebagai pembina upacara yang dihadiri seluruh siswa dan dewan guru serta staf tata usaha.
Sementara itu, Kepala Sekolah SMP N 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok mengatakan, bersyukur kepada Tuhan Yesus karena sekolah dapat melaksanakan upacara bendara di sekolah, sekaligus mendapat kunjungan dari Kepala BNN Papua yang hadir dan menjadi pembina upacara.
“Ini menjadi motivasi bagi seluruh siswa, siswi dan dewan guru SMP N 2 Jayapura khususnya dalam menjawab komitmen sekolah melalui misi yaitu, menolak narkoba,” ungkap Dorthea Caroline Enok.
Kata Dorthea Caroline Enok, hal ini yang kami lakukan dengan mengundang kehadiran Kepala Badan Narkotika Nasional Papua di SMP N 2 Jayapura.
Selaku kepala sekolah dan dewan guru, saya punya harapan besar, supaya melalui kunjungan ini, akan menjadi motivasi dan pencerahan kepada anak didik kami untuk tahu tentang narkoba agar dapat menjahuinya.
“Karena dampak negatif narkoba terhadap masa depan anak didik kami, terutama generasi emas Papua nantinya,” tutup Kepsek SMP N 2 Jayapura, Dorthea Caroline Enok.(Andika Paman)





Apa komentar anda ?