ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Selasa, Juni 2, 2026
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Tak Diizinkan Longmarch Puluhan Mahasiswa Tertahan Digapura Uncen

Tak Diizinkan Longmarch Puluhan Mahasiswa Tertahan Digapura Uncen

Oleh : NOKENLIVE
5 Oktober 2022
Di Dari TKP, Hukum dan Kriminal, Papua Terkini, Serba Serbi Papua
0
Tak Diizinkan Longmarch Puluhan Mahasiswa Tertahan Digapura Uncen

Jayapura, Nokenlive.com

Puluhan mahasiswa demonstrasi titik kumpul di Universitas Cenderawasih (Uncen) Perumnas III Waena, Jayapura, Papua dihadang  aparat kepolisian agar tak melakukan longmarch (jalan kaki) menuju lingkaran Abepura.

Tak diizinkannya mahasiswa melakukan longmarch menuju lingkaran Abepura, akibatnya puluhan mahasiswa tertahan digapura Uncen atas, Perumnas III Waena.

Aksi demo mahasiswa ini terkait kasus pembunuhan disertai mutilasi dilakukan sejumlah oknum TNI AD kepada empat orang warga sipil asal Nduga yang terjadi di Timika beberapa waktu lalu.

Baca Juga : https://www.nokenlive.com/2022/10/04/mahasiswa-nduga-turun-kejalan-minta-pelaku-penembakan-disertai-mutilasi-dibuka-transparan/

Ketua Korlab, Mezak Dogomo kepada wartawan nokenlive.com menyangkan pihak kepolisian yang tidak memberikan izin mahasiswa melakukan longmarch menuju lingkaran Abepura untuk bergabung dengan mahasiswa lainnya selanjutnya menuju Kantor DPR Papua menyampaikan aspirasi.

“Hari ini aparat keamanan (kepolisian) sudah jelas membungkam ruang demokrasi. Walaupun didalam UU sudah menjamin bahwa, setiap orang berhak menyampaikan pendapat dimuka umum,” ujar Mezak Dogomo.

Kata Mesak Dogomo para mahasiswa dijaga ketat oleh aparat keamanan hingga kami massa aksi tidak ada ruang untuk bergerak menyampaikan pendapat dimuka umum.

Ketua MPM Uncen, Apinel Doo mengatakan bahwa, pihak BEM, DPMF, MPM dan Korlab bersama mahasiswa melakukan aksi demonstrasi sekitar pukul 8.00 WIT. Selanjutkan akan menuju lingkaran Abepura.

Namun aksi demonstrasi dihadang aparat kepolisian untuk tidak melakukan perjalanan menuju lingkaran Abepura dengan berjalan kaki.

Apinel Doo menjelaskan, pihaknya melakukan negosiasi dengan pihak keamanan untuk minta akses longmact  menuju lingkaran Abepura sebagai sentral titik kumpul, namun tidak diizinkan dengan alasan dapat mengganggu aktivitas jalan.

“Ini benar-benar membukam ruang demokrasi. Ini bukan main-main, tetapi realita yang terjadi, sehingga pihak keamanan sendiri yang tidak menjalankan UU Hukum yang ada diatas negara Indonesia,” jelas Apinel Doo.

Lanjut Apinel Doo, kasus mutilasi ini bukan masalah lokal dan nasional tetapi telah menjadi masalah internasional sehingga agenda mahasiswa akan terus kawal agar kasus ini dibahas di sidang PBB secara serius.

“Kami mahasiswa menuntut agar dewan HAM PBB datang ke Papua untuk  menginfestigasi masalah pelanggaran HAM berat di Papua,” tutup Doo.(TIMOTIUS BOMA)

Tags: Apinel DooMezak DogomoUncen
BagikanTweetKirimBagikan
Berita Sebelumnya

Mahasiswa Nduga Turun Kejalan Minta Pelaku Penembakan Disertai Mutilasi Dibuka Transparan

Berita Selanjutnya

Tiga Program Disnaker Kota Jayapura ini Dibiayai Dana Otsus

Berita Terkait

55 Warga Mengungsi Pasca Ledakan Bom di Biak, Polisi Turunkan Tim Jibom
Papua Terkini

55 Warga Mengungsi Pasca Ledakan Bom di Biak, Polisi Turunkan Tim Jibom

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua nilai Mama Yasinta memenuhi unsur sebagai korban
Hukum dan Kriminal

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua nilai Mama Yasinta memenuhi unsur sebagai korban

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua desak Pemprov Papua Selatan lindungi hak Mama Yasinta
Hukum dan Kriminal

Koalisi Penegak Hukum dan HAM Papua desak Pemprov Papua Selatan lindungi hak Mama Yasinta

Lima Orang Tewas dalam Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak
Dari TKP

Lima Orang Tewas dalam Ledakan Bom Peninggalan Perang Dunia II di Biak

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua