Pegubin – Nokenlive.com
Yance Tapyor : “Saya minta masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan isu-isu yang tidak-tidak. Kita selesaikan yang ini dulu, berikutnya baru yang lain seperti perumahan dan air bersih. Berdoa saja, dukung pemerintah. Ini tahun kerja,”.

Pemerintah kabupaten Pegunungan Bintang (Pegubin) terus kebut pembangunan disegala sektor guna mengejar ketertinggalan baik dibidang infrastruktur, ekonomi masyarakat, pendidikan serta kesehatan. Oleh karena itu masyarakat diminta membantu pemerintah bersama-sama menjaga keamanan bersama di daerah itu agar pembangunan bisa berjalan dengan baik.
Salah satu pembangunan infrastruktur saat ini dikerjakan yaitu, normalisasi sungai Armasi sepanjang 700 meter untuk pengamanan bandara Batom dikerjakan perusahaan CV. Betokweng.
Distrik Batom sendiri memiliki bandar udara kelas III. Sejak 2018 silam, kementerian perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah berencana mengembangkan bandara ini dengan run way sepanjang 1.400 meter.
Tak jauh dari bandara ini, terdapat sungai bernama Armasi. Armasi dalam bahasa masyarakat Suku Lepko bermakna sungai yang mengalir jauh ke arah utara itu memang mengalir dari arah wilayah Okmay (suku Ketengban) hingga bermuara di sungai Mamberamo.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan kabupaten Pegunungan Bintang, Yance Tapyor, ST. M.AP didampingi sejumlah pejabat PU lainnya, Selasa, 2 Agustus 2022 saat melakukan kunjungan kerja ke Distrik Batom mengatakan, pembangunan normalisasi sungai Armasi mengatakan, kunjungan kerja ke Distrik Batom guna monitoring kegiatan pembangunan normalisasi sungai Armasi sepanjang 700 meter untuk pengamanan Bandara Batom.
“Tahun 2023 mendatang akan dilakukan pembangunan bronjong sepanjang 1300 meter guna pengamanan bandara Batom,” jelasnya.

Kata Yance Tapyor, seharusnya bapak Bupati Spey Yan Birdana (SYB) yang turun turun langsung ke distrik Batom meninjau pembangunan disini, akan tetapi beliau (bupati) ada tugas keluar daerah sehingga beliuu menugaskan kepada saya untuk turun langsung di distrik Batom meninjau pembangunan sementara dikerjakan pemerintah.
Pada kesempatan kunjungannya di distrik Batom, Kadis PU Yance Tapyor menerima banyak sekali usulan terkait kebutuhan dari masyarakat dari kampong-kampung yang ada di distrik Batom.
Kepada masyarakat, Yance Tapyor mengungkapkan bahwa, dalam kewenanganya sebagai Kadis Pekerjaan Umum dan Perumahan, ia hanya mampu menjawab terkait pembangunan seputar infrastruktur.

“Namun usulan bapak-bapak dan mama-mama yang bukan menjadi tanggungjawab saya, saya akan sampaikan keatas yaitu kepada bapak Bupati. Kalau seputar pembangunan infrastruktur saya bisa jawab,” jelasnya memberikan pengertian kepada masyarakat distrik Batom.
Yance Tapyor lebih jauh mengatakan, untuk pengembangan bandara Batom, menjadi tanggungjawab Kementerian Perhubungan RI, bukan lagi tanggungjawab pihaknya di pekerjaan umum.
Kata Yance, ia akan ke Sentani, ketemu kepala bandara Batom di Jayapura untuk pastikan pembangunan 1300 meter (run way) itu berjalan lagi, agar pesawat-peswat yang selama ini dibatasi, bisa masuk keluar sehingga ekonomi ditengah-tengah masyarakat distrik Batom bisa meningjkat.
“Jadi sekali lagi saya sam paikan kepada masyarakat, usulan kebutuhan masyarakat yang disampaikan saya diterimanya dan akan disampaikan juga ke OPD lain seperti Dinas Pertanian dan Perindakop,” ungkapnya.
Oleh karena itu, kami dari pemerintah juga minta kepada masyarakat agar mari kita bersama-sama menjaga pembangunan di distrik Batom. “Kita selesaikan yang ini dulu, berikutnya baru yang lain seperti perumahan, air bersih. Saya minta masyarakat tidak boleh terpengaruh dengan isu-isu yang tidak-tidak. Berdoa saja, dukung pemerintah. Ini tahun kerja,” katanya.
Yance minta agar masyarakat Batom harus memahami bahwa kebutuhan pembangunan infrastruktur tidak hanya di distrik Batom saja, tetapi juga seluruh masyarakat Pegunungan Bintang di 33 distrik lainnya. (RED)





Apa komentar anda ?