
JAYAPURA, Nokenlive.com
Pemerintah Provinsi Papua melalui Dinas Pendidikan Provinsi Papua di tahun 2022 telah melaksanakan pendidikan vokasi berbasis non formal baik untuk kelas integrasi maupun secara inklusi pada beberapa sekolah kejuruan.
Kepala Bidang SMK Disdik Pqpua, Yulianus Kuayo kepada wartawan nokenlive mengatakan sasaran program Kelas Integrasi adalah warga masyarakat usia produktif lulusan SMK maupun putus sekolah dan mengalami buta huruf.
“Jadi untuk kelas integrasi akan dibimbing memperoleh pengetahuan dan punya keterampilan khusus melalui mitra PKBM, dan Balai Latihan Kerja Industri, untuk proses belajar mengikuti pelatihan yang di lakukan oleh sekolah SMK yang ada di Kabupaten/Kota di Papua”, paparnya
Ditambahkannya yang menjadi prioritas daripada program pendidikan kelas integrasi oleh sekolah kejuruan adalah warga masyarakat usia produktif yakni 18-49 tahun yang berada di wilayah 3 T alias Tertinggal, Terisolir dan Terbelakang yang akan setara dengan pendidikan formal.
Sementara itu, Sekolah Kejuruan yang telah melaksanakan program Kelas Integrasi pendidikan nonformal berbasis Vokasi yakni SMK 8 Jayapura Dan SMK Negeri Kainui Di Kab Kepulauan Yapen.
Untuk diketahui Pendidikan Non Formal Berbasis Vokasi adalah pendidikan tinggi yang menunjang pada penguasaan keahlian terapan tertentu. (Andika Paman)




Apa komentar anda ?