JAYAPURA, Nokenlive.com
Geliat bisnis kopi mulai merambah di kalangan millenial Jayapura, hampir disetiap sudut kota kita bisa melihat maraknya kedai gerobak sederhana yang menjajakam aneka varian kopi dan minuman kekinian lainnya.
Salah satu gerobak kopi yang berjualan di seputaran area weref menuturkan bahwa usahanya tersebut ditekuni usai mengikuti pelatihan yang diberikan Dinas Tenaga Kerja selama satu bulan. “Saya jualan setelah ikut pelatihan di Dinas Tenaga Kerja satu bulan, lalu dikasih bantuan gerobak dari Perindagkop, jadi puji Tuhan sekarang bisa jualan” Ujar Sepi Wambrauw saat berbincang bersama wartawan Nokenlive.com yang mampir membeli kopi di kedainya.
Sepi mengakui bahwa usaha yang baru saja ditekuninya ini memiliki prospek yang cukup baik dan dirinya optimis bisa bersaing dengan kedai kopi lainnya. “Saya optimis kaka, namanya berkat pasti ada saja, yang penting kita tidak malas dan sungguh-sungguh layani pembeli”, ungkapnya.
Diitanya mengenai tantangan dalam berbisnis kedai kopi Sepi menjawab bahwa bahan baku utama yakni kopi terbilang cukup mahal dan harganya tak menentu, sehingga mereka mau tidak mau mematok harga sesuai dengan harga kopi di pasaran kota Jayapura. Saat ini perharinya, Sepi bisa meraup omzet 300 ribu hingga 500 ribu rupiah.
Varian kopi kekinian yang dijual dikedai gerobak Sepi terbilang murah, dirinya mematok harga termurah 25 ribu hingga 30 ribu rupiah. (Erik)





Apa komentar anda ?