Kobakma, Nokenlive.com – Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah (Mamteng), melalui Petugas Dinas Kesehatan, dan RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lukas Enembe Kobakma. Melakukan rapid test antigen, dan vaksin massal bagi masyarakat, Aparatur Sipil Negara (ASN) dan TNI -POLRI yang ada di Ibukota Kabupaten tersebut.
Rapid rapid test antigen dan vaksin ini dilaksanakan di Aula Bogo Kobakma, Rabu (4/7/2021). Dipantau langsung Bupati Mamberamo Tengah, Ricky Ham Pagawak (RHP). Didampingi Kepala Dinas Kesehatan, Marten Sagrim.
Baik warga Aparatur Sipil Negara, dan anggota TNI-POLRI. Rela antri secara bergantian mendatangi Petugas Kesehatan, untuk melakukan tes antigen maupun vaksin.


Bupati Mamberamo Tengah Ricky Ham Pagawak mengatakan, kegiatan rapid test antigen dan vaksin tersebut dilakukan untuk menghambat laju virus corona, yang tengah melanda Indonesia, Papua dan juga di wilayah Lapago.
“ Kami sebagai Pemerintah mengambil langkah ini yakni, melakukan rapid test antigen dan vaksin untuk melihat penyebaran virus corona, apakah sudah sampai di Mamberamo Tengah, atau belum,”ujarnya.
“ Ini dilakukan agar penyebarannya tidak meluas kepada masyarakat, sesama Aparatur Sipil Negara maupun anggota TNI-POLRI, yang ada di Kabupaten Mamberamo Tengah,”tambahnya.
Bupati Ricky Ham Pagawak menjelaskan, upaya rapid test antigen yang dilakuka ini jika memang ada yang reaktif, maka akan diambil langkah dengan menyiapkan tempat isolasi untuk merawat mereka, oleh petugas dari Dinas Kesehatan maupun RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lukas Enembe.
Selain itu, dengan hasil rapid tes antigen yang sudah dilakukan, maka akan dilakukan upaya tes PCR. Dengan berkoordinasi bersama Dinas Kesehatan Provinsi Papua, untuk memastikan mereka yang sudah reaktif ini apakah memang sudah terpapar virus corona atau tidak. Sebab alat PCR sendiri tidak dimiliki RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) Lukas Enembe, maupun Dinas Kesehatan Kabupaten Mamberamo Tengah.
Bupati Ricky Ham Pagawak kuatir penyebaran virus corona di wilayah pegunungan bisa saja cepat, mengingat faktor budaya. Setiap kali bertemu, berjabat tangan, dan berpelukan, sehingga rawan tertular virus corona.
Untuk itu Bupati dua periode ini meminta masyarakat untuk sementara agar budaya pegang tangan dan berpelukan ini dihindari, nanti setelah pandemi covid-19 berakhir barulah budaya tersebut kembali dijalankan.
“ Apalagi varian baru virus corona yakni delta, jauh lebih cepat penyebarannya. Maka kebiasaaan ini, sebaiknya dihindari dulu,”ucapnya.
Menurutnya, hasil dari rapid test antigen baru bisa dipastikan apakah ada yang reaktif, ini akan kami laporkan juga kepada Satgas Provinsi Papua.” Rapid tes antigen dan vaksi ini, yang dilakukan juga untuk menjawab Program Pemerintah Pusat,”katanya.
Khusus untuk vaksin, Bupati Ricky Ham Pagawak mengakui, sebagian masyarakat belum bisa melakukan vaksin. Mereka takut karena memiliki penyakit bawaan, namun untuk hari ini proses vaksin ini tetap berjalan. Karena ada juga masyarakat, Aparatur Sipil Negara dan TNI – POLRI yang sudah melakukan vaksin tahap dua.
Dia menegaskan bahwa, Pemerintah Daerah Kabupaten Mamberamo Tengah, sejak virus corona melanda Indonesia dan Papua mulai tahun lalu. Pihaknya sudah berkomitmen untuk memberikan perhatian penuh, pada penanganan virus ini, sebab nyawa satu orang Papua sangat berarti. (NL)
(Humas) Reis M





Apa komentar anda ?