Jayapura, Nokenlive.com – SMK bisa, SMK hebat, SMK mandiri dan SMK luar biasa, moto ini ternyata bisa menjadi motivasi bagi siswa di SMK Teknologi dan Rekayasa Negeri 3 Kotaraja Jayapura Provinsi Papua, untuk terus berinovasi dan berkarya lewat ilmu pengetahuan yang dimiliki dengan memanfaatkan alam sekitar yang dapat berguna bagi kebutuhan hidup orang banyak.
Siswa di jurusan Geologi pertambangan pada SMK N 3 Jayapura melakukan inovasi dan karya yang mereka hasilkan adalah dengan memproduksi mineral air laut yang diambil dari hasil pantai di depan jembatan Youtefa berjarak 20 meter dari bibir pantai, yang selanjutnya diolah melalui teknologi sederhana dengan memanfaatkan solar sel lewat bantuan energi matahari.
“Hasil penelitian yang dikerjakan oleh siswa dari jurusan geologi pertambangan di SMK negeri 3 Jayapura ini, sudah dimulai sejak tahun 2018 sampai hari ini, dan hasilnya luar biasa karena menghasilkan garam kristal berbentuk piramid yang punya kualitas terbaik, bahkan nomor dua di Indonesia, apabila nanti menembus pasar industri di Indonesia ke depan,” ungkap Kepala sekolah SMK Negeri 3 Jayapura, Melkianus Mawene ketika di wawancarai wartawan Noken Live, Rabu Pagi (5/8/2020).

Dirinya berharap bahwa manfaat besar ketika hasilnya akan di produksi dalam skala besar yaitu bagi kesehatan, untuk di konsumsi dan bagi kecantikan dan lain sebagainya.
Sementara itu, pihak sekolah juga telah melakukan uji kelayakan dari pada hasil produksi garam dari siswa SMK, ke balai besar obat dan makanan Jayapura dan balai industri makanan milik dinas perindustrian dan perdagangan provinsi Papua, tapi juga dikirim ke Bogor Jawa Barat guna diteliti lebih dalam kualitas garam dari sumber daya air laut di perairan pasifik ini.
Ditambahkan kepala sekolah, apabila berhasil produksi ini, akan membawa dampak positif kepada dunia pendidikan SMK di Papua pada umumnya. Juga merupakan langka awal pengembangan industri dengan teknologi sederhana dengan memanfaatkan alam laut di Papua.
“Namun yang takala penting hasil ini, menjadi kabar baik bahwa SMK di papua mampu dan dapat bersaing dengan SMK diluar papua nantinya dan dapat membuka lowongan kerja baru di dunia industri garam bagi lulusan SMK Negeri 3 Jayapura itu sendiri,” ujarnya.
Kepala Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah, Christian Sohilait mengatakan ada tiga hal yang harus mampu diterjemahkan oleh SMK, terkait produksi garam berkualitas terbaik nomor dua di Indonesia dalam mendukung perekonomian di masyarakat kecil.
“pertama, SMK harus bisa menditribusikan informasi ini kepada masyarakat. Karna garam itu ada di masyarakat. Yang Kedua, perbaikan media pembuat garam lebih tepat guna, seperti bambu sehingga dapat digunakan oleh masyarakat kecil. Ketiga, Garam bisa terdistribusi ke masyarakat dan dapat menghasilkan uang,” ujar Sohilat.
(Andika)





Apa komentar anda ?