ADVERTISEMENT
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan
Kamis, April 23, 2026
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal
No Result
View All Result
No Result
View All Result
  • Home
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Papua Tengah
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

Home » Pemda Yapen Tidak Tolak Warganya Pulang, Asalkan Patuhi Persyaratan.

Pemda Yapen Tidak Tolak Warganya Pulang, Asalkan Patuhi Persyaratan.

Oleh : Noken Live
11 Juni 2020
Di Kesehatan
0
Pemda Yapen Tidak Tolak Warganya Pulang, Asalkan Patuhi Persyaratan.

Konferensi Pers Pemerintah daerah Kepulauan Yapen dan Gugus tugas Covid 19 menyikapi rencana kepulangan masyarakatnya dari Jayapura terkena dampak Lock Down Akibat Pandemi Covid19

Serui, Nokenlive.com – Menyikapi tingginya keinginan masyarakat di teluk Saireri yang berada di Jayapura dan sekitarnya untuk dapat kembali ke daerahnya masing- masing pasca terkena dampak Lock Down akibat pandemi virus Covid 19, Secara khusus bagi warga masyarakat Yapen yang terdampak Lock Down di Jayapura, Pemerintah kabupaten kepulauan Yapen tidak melarang warganya kembali asalkan memenuhi persyaratan yang telah ditertentukan agar kedatangannya di Yapen tidak mendapat kendala.

Atas nama pemerintah daerah Kepuluan Yapen dan Gugus tugas Covid19, Wakil Bupati Frans Sanady bersama Forkompimda terkait hal itu mengemukakan khusus rencana kepulangan masyarakat Yapen sesuai koordinasi dengan kelompok yang mengurus pemulangan masyarakat Saireri di Jayapura disampaikan mencapai ribuan orang dan khusus masyarakat kabupaten Yapen ada sekitar 300an orang ,Bagi warga yang ingin pulang ke Kabupaten Kepulauan Yapen, Wabup tidak menolak kedatangan mereka karena mereka adalah warga Yapen namun kedatangannya harus mengikuti persyaratan yaitu pertama warga yang ingin pulang harus dilengkapi Rapid Test dan hasil Swab baru dapat kembali.

“Yang kedua kembalinya mereka harus membawa surat keterangan dari Rumah Sakit di Jayapura atau Gugus tugas yang ada secara resmi sehingga itu menjadi dasar untuk mereka bisa kembali ke kita karena kita daerah hijau ,Itu standar untuk mereka bisa kembali” ucap Sanady.

Disamping itu kata Sanady ada pembatasan jumlah warga yang ingin kembali dan dilakukan secara bertahap dari yang direncanakan ada sekitar 300 an orang yang diizinkan kembali hanya sebanyak 50 orang saja karena disesuaikan dengan kapasitas gedung Biru yang merupakan tempat isolasi.

“Sampai di Serui tidak ada pilihan lain mereka harus di Rapid Test dan mereka harus di karantina karena itu sudah standar protap kita di kabupaten kepulauan Yapen yang sudah disepakati Forkompimda dan Gugus tugas juga Tim kesehatan Rumah sakit sehingga mereka harus mematuhi itu “papar Wabup Sanady.

Selain itu ,Sanady meminta agar daftar nama-nama yang ingin kembali dikirim lebih dahulu untuk mengetahui orang-orangnya, asal kampungnya dan Distriknya agar jelas diketahui jangan sampai bukan penduduk Yapen tetapi ikut dalam rombongan itu.

“Ini semua pencegahan yang kita lakukan secara ketat untuk menjaga kita punya kabupaten ini tetap  diposisi yang ada saat ini,” ujar Sanady.

Ditempat yang sama Kapolres Yapen AKBP Kariawan Barus mengatakan rencana kepulangan warga Yapen yang ada di Jayapura mengacu surat edaran dan menjaga Yapen agar tetap zona hijau maka sesuai surat edaran yang diputuskan bersama ,disepakati oleh Forkompimda bahwa bagi warga yapen yang berada diluar terkena Lock Down, bagi yang tidak memiliki kepentingan terlalu mendesak dimohon untuk  bersabar dan bertahan dulu.

“Dalam arti seperti apa yang disampaikan bapak wakil bupati ,kita ingin ada pentahapan yang baik sehingga proses apa yang kita kerjakan ini tidak kembali, ” ucap Barus seraya mencontohkan negara luar yang sempat membuka lock down ternyata berbalik dan kembali ke awal sehingga Yapen tidak diinginkan seperti itu.

“Saya ingin meyakinkan bahwa kita sudah berhasil, Dari awal kita dan tim gugus ini berjalan dan pentahapan itu berjalan sampai sekarang kita memasuki era new normal yang merupakan pentahapan juga ,kita buka ibadah dulu, perdagangan dan setelah itu nanti kita mungkin fokus bagaimana masyarakat sudah siap didalam sehingga saudara-saudara kita yang datang dari luar kita fokus untuk itu ” jelas Barus.

Menurutnya tidak ada larangan bagi warga Yapen  jika ingin pulang ke daerahnya sendiri tetapi harap bersabar jika tidak memiliki keperluan yang terlalu mendesak.

Ia meminta prosedur yang ada agar tetap dipatuhi sebab pasca pemberlakuan pembatasan hingga tahap pertama di tanggal 19 Juni nanti bisa sukses maka otomatis daerah akan lebih  membuka diri lagi dengan memulai mengaktifkan kembali perekonomian dan mengembalikan aktivitas masyarakat.

“Ini yang perlu disampaikan ke masyarakat kita sehingga tidak menggiring isu kemana- mana mengatakan bahwa mungkin daerah lain terima terus kenapa Yapen tidak, Yapen ingin bisa mempertahankan status tetap hijau, intinya disitu,” kata Barus.

” Kita ingin mempertahankan situasi agar tetap hijau dengan pentahapan dan prosedur yang memang kita sudah buat untuk keselamatan masyarakat kita yang ada di yapen,” tandas Barus.

Sementara,Dandim 1709 Yawa , Letkol Inf Leon Pangaribuan menambahkan bahwa kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah Yapen dengan pemerintah propinsi Papua adalah sejalan.

Ia menegaskan  bahwa pemerintah tidak melarang warga Yapen yang ingin kembali dari propinsi  ke Yapen namun sampai saat ini belum ada jumlah pasti dan nama-nama orang yang ingin kembali ke Yapen sementara berdasarkan hasil koordinasi sesama gugus tugas harus ada terlebih dahulu nama- nama warga yang akan datang.

“Jadi nanti kita akan keluarkan yang mana nanti sesuai persyaratan memang berdomisili disini  seperti informasi ada pegawai yang sedang berobat di Jayapura memang harus kembali kesini tetapi jika hanya menghilangkan rasa takutnya saja mengapa datang ke Serui,” ujar Dandim Pangaribuan.

Untuk itu Dandim Leon Pangaribuan mengatakan perlu pembicaraan lebih lanjut lagi oleh pemerintah daerah setelah menerima nama-nama warga yang akan datang dari propinsi diterima sehingga lebih selektif lagi sesuai protokoler kesehatan.

“Bahwa sampai sekarang, Yapen tidak menutup orang yang akan masuk ke Yapen tetapi harus sesuai standar protokol kesehatan,” pungkas Dandim Leon Pangaribuan.

(itink)

Tags: Pemda Kepuluan Yapenterkena dampak Karantina WilayahTidak Tolak Warganya Pulang
Bagikan1Tweet1KirimBagikan
Berita Sebelumnya

Polres Yapen Ungkap Dua Kasus Pencurian

Berita Selanjutnya

14 Hari Isolasi Di Gedung Biru, 4 ODP dan 1 Orang Terkonfirmasi Positif Dikembalikan

Berita Terkait

Pengawasan Diperketat, Dinas Pastikan Produk Hewan di Oksibil Aman Dikonsumsi
Kesehatan

Pengawasan Diperketat, Dinas Pastikan Produk Hewan di Oksibil Aman Dikonsumsi

Kasus Malaria Melejit di Jayapura, Tembus 9.251 Hingga Maret 2026
Kabar Daerah

Kasus Malaria Melejit di Jayapura, Tembus 9.251 Hingga Maret 2026

Sidak kantor dan RSUD, Wabup Arnold Nam Beri Peringatan Keras: ASN Hilang Tempat Tugas Akan Terima Sanksi Tegas
Kabar Daerah

Sidak kantor dan RSUD, Wabup Arnold Nam Beri Peringatan Keras: ASN Hilang Tempat Tugas Akan Terima Sanksi Tegas

BBPOM Jayapura Pastikan Takjil Ramadan Aman, 190 Produk Diperiksa
Kabar Daerah

BBPOM Jayapura Pastikan Takjil Ramadan Aman, 190 Produk Diperiksa

Berita Lainnya

Apa komentar anda ?

Nokenlive - Berita Papua Terkini

Menyuarakan Pembangunan di Papua dalam Berbagai Aspek Kehidupan

Ikuti Kami

  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Advertise
  • Syarat dan Ketentuan
  • Contact
  • Ketentuan Penggunaan

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua

Selamat datang kembali

Masuk dengan akun anda

Lupa kata sandi?

Ambil kata sandi Anda

Silakan masukkan nama pengguna atau alamat email untuk mereset kata sandi

Masuk

Add New Playlist

error: Nokenlive!!
No Result
View All Result
  • Home
  • Tentang Kami
  • Redaksi Nokenlive.com
  • Papua Terkini
  • Papua Pegunungan
  • Politik dan Pemerintahan
  • Ekonomi & Bisnis
  • PAPUA SELATAN
  • Kabar Daerah
  • Kabar Port Numbay
  • Hukum & Kriminal

© 2018 Nokenlive - Berita Terkini Seputar Papua