Serui, Nokenlive com – Pemerintah kabupaten kepulauan Yapen bersama Satgas Covid19 disaksikan Forum komunikasi pimpinan daerah secara resmi mengembalikan lima orang pelaku perjalanan datang dari luar daerah yang sempat menjalani karantina atau Isolasi di gedung biru selama 14 hari .
Kelima orang ini sebelumnya ketika dilakukan Rapid test saat kedatangannya ke Serui terkonfirmasi reaktif dan seorang diantaranya berdasarkan hasil PCR atau Swab dinyatakan Positif namun setelah 14 hari dilakukan perawatan dan pemantauan oleh klaster kesehatan berdasarkan hasil test terakhir telah dinyatakan negatif.
Wakil Bupati Frans Sanady dalam jumpa Persnya di Posko Satgas Covid 19 Kabupaten Kepulauan Yapen usai berkunjung ke Gedung Biru menandai pengembalian kelima warga tersebut kepada wartawan mengemukakan kelima warga yang datang dari luar daerah dan sempat menjalani isolasi di Gedung Biru selama 14 hari ini dilakukan pengawasan penanganan medis setelah dilakukan test sebanyak dua kali hasilnya semua negatif.
“Mereka semua sudah dinyatakan negatif sehingga kita mengembalikan mereka ke keluarga dengan catatan mereka harus menjalani tahapan berikutnya yaitu karantina mandiri selama empat belas hari lagi dirumahnya masing-masing,” ucap Frans Sanady.
Kata Wabup Sanady setelah bertemu kepada kelima orang warga yang di isolasi menyampaikan agar disiplin dalam kehidupan untuk menjaga diri tidak kemana-mana tetap menjalani isolasi mandiri selama 14 hari ini ,harus dilakukan secara bertanggung jawab sehingga tidak terbawa lagi kepada orang lain.
Oleh karenanya Wabup Sanady menyampaikan kepada seluruh masyarakat di kabupaten kepulauan secara khusus di kota Serui sekitarnya bahwa RSUD Serui maupun petugas medis yang telah disiapkan telah melakukan pemeriksaan secara intens dan pengobatannya tepat sehingga kelima orang ini dinyatakan negatif.
“setelah mereka kembali ke kehidupan masyarakat saya meminta untuk marilah kita bersama-sama tidak menjaga jarak artinya dalam hal ini kita melihat mereka sebagai masyarakat yang pernah terkonfirmasi paling tidak kehidupan kemasyarakatan tetap ada dengan protokol kesehatan,” harap Sanady.
Ia menghimbau kepada masyarakat agar standar kesehatan yang sudah diberikan diberikan oleh pihak kesehatan dijalankan secara disiplin dan dipatuhi dilaksanakan sebaik-baiknya sehingga kabupaten ini kedepan selalu terindah dari virus Covid 19 yang telah merebak di seluruh dunia baik di Indonesia dan di tanah papua ini.
Sementara itu juru bicara satgas Covid 19 kepulauan Yapen dr Andi Raya Sarjatno, M.Kes menyebutkan update data perkembangan virus Covid 19 saat ini telah melakukan pemeriksaan rapid test untuk kegiatan penjaringan terhadap pelaku kontak erat dan pemantauan orang dari luar atau pelaku perjalanan yang dilakukan oleh dinas kesehatan maupun oleh rsud serui saat ini ada sebanyak 1093 rapid test dan hasil pemeriksaan ke 1093 rapid test didapatkan hasil 955 non reaktif dan 138 reaktif serta pemeriksaan melalui Swab dengan TCM sudah digunakan sebanyak 86 rapid test.
“Perkembangan kasus sampai tanggal 10 juni 2021 ini pukul 14.00 wit sebagai berikut kasus orang tanpa gejala sebelumnya kita terdapat empat orang tanpa gejala yang telah dilakukan pemantauan dan pemeriksaan serta melakukan pengawasan terhadap OTG pelaku perjalanan yang dari Manokwari dan hasilnya negatif ” terang dr Andy.
Untuk itu lanjut dr Andy saat ini kasus OTG tidak ada, kasus ODP tidak ada ,kasus PDP tidak ada dan kasus terkonfirmasi positif Covid 19 sampai tanggal 9 Juni ada satu orang setelah dilakukan pengobatan pemantauan dan pemeriksaan PCR sebanyak empat kali yang pertama positif hasil kedua positif dan setelah pemantauan dilakukan dua kali pengambilan Swab PCM dan hasilnya negatif.
“untuk kasus konfirmasi positif saat ini sudah tidak ada dan kasus sembuh sebanyak satu orang sudah kita obati, kasus orang dari luar (ODL) atau pelaku perjalanan dari luar sampai saat ini Rabu tanggal 10 juni 2020 masih sebanyak 39 orang yang artinya masih ada pergerakan orang masuk ke serui atau masih ada pergerakan orang keluar dan masuk serui yang bila tanpa ada pengawasan membuka peluang untuk masuknya penyakit ini di kabupaten kita,” imbuh dr Andy.
Untuk itu Ia menghimbau seluruh masyarakat agar selalu mengingatkan teman-teman atau saudara saudaranya tetap berdiam diri dan menahan diri melakukan perjalanan selama masa pandemi ini.
“Kita masih masuk dalam zona hijau dan kita perlu pertahankan kabupaten kita untuk tetap dalam zona hijau, pengawasan pemantauan dan prosedur yang pemerintah daerah telah berikan serta protokol kesehatan yang ada harus dapat kita patuhi serta terus menjaga dan melindungi tersebarnya virus ini dengan memutuskan rantai penularannya,” pungkas dr Andy.
(itink)





Apa komentar anda ?