Jayapura, Nokenlive.com — Pimpinan Gereja Victori di kelurahan Argapura, distrik Jayapura Selatan Pdt Simon Bunai mengatakan, ludes terbakarnya Gereja Viktori pada 17 Mei 2020 lalu, kini para jemaat Edoutou menggelar misa perdananya di lokasi baru di Kelurahan Argapura, Minggu (31/5/2020).
“Tempat ini kami sudah disertifikasi pula bersepat bersama umat untuk bangun gedung gereja baru. Misa perdana dilaksanakan dengan baik dibawah atap tenda ini sesuai kesepakatan bersama umat beberapa waktu lalu,”ujar Pendeta Bunai kepada kepada wartawan usai misa misa perdananya di Jayapura, Minggu, (31/5/2020).
Menurutnya, lokasi baru itu tempat yang layak dibagun gedung gereja baru lantaran transportasi pemuat bahan bangunan bisa langsung masuk ke tempat tujuan (lokasi pembangunan gereja). Sebab sebelumnya di gereja lama, pihaknya terasa sangat sukar mengantar bahan bangunannya karena jaraknya dapat menyusahkan.
Ia juga mengaku, bupati kabupaten Puncak Willem Wandik berjanji akan berpartisipasi ambil bagian dalam proses pembangunan gereja baru tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada bapa bupati Puncak Willem Wandik, sebab beliau berjanji akan membantu kami untuk membangun gereja di lokasi baru ini,”katanya.
Setelah berhasil dibangun, pihaknya juga berencana akan bangun, Gedung Koperasi Gereja, Pendidikan Anak Usia Dini atau Paud, Rumah Pastory, dan Bak Air agar terkover sekaligus dengan gereja kelak.
Menanggapi hal tersebut, Intelektual Jemaat Edoutou, Jhon Bunai membenarkan bahwa, pindahnya lokasi baru itu hanya berdasarkan kesepakatan bersama para jemaat Edoutou.
“Kesepakatan saat itu telah disaksikan langsung oleh ketua Klasis kota Pdt. Marten Mauri dan ditindaklanjuti langsung dengan pernyataan kesepakatan tersebut, kepada Ketua Sinode bapak Dr. Benny Giyai, dan juga sebagai Pemimpin Gereja Kingmi di tanah Papua, maka secara legalitas sudah resmi untuk dibangun,”tuturnya.
Dirinya sebagai intelektual, berjanji siap mendukung selama proses pembangunan gereja itu berlangsung hingga selesai.
“Gereja yang terbakar lalu itu umurnya cukup tua yaitu berdiri sejak tanggal 14 Juli 1996 silam, sehingga diperkirakan umurnya sekitar 23 tahun,”jelas Jhon.
Selain itu salah satu tokoh pemuda, Amos Gobai menyatakan, kami anak mudah sudah sepakat untuk siap kerja hingga selesai.
“Pada prinsipnya kami sebagai pemuda, dengan jiwa dan semangatnya yang mudah siap kawal proses pembangunan hingga puncak peresmian kelak,” harapnya.
Gobai juga mengajak kepada anak muda di jemaat Edoutou untuk kerjasama harus bersatu pembangunan gereja baru hingga puncak peresmian tiba.
(Thiand)





Apa komentar anda ?