Sentani, Nokenlive.com – Upaya pemerintah Kabupaten Jayapura dengan menyiapkan ketersediaan pangan lokal dalam menghadapi masa pandemic Covid-19 mulai berbuahkan hasil.
Hal ini secara perlahan mulai terlihat masyarakat mulai kembali memanfaatkan sumberdaya alam yang ada untuk memenuhi kubutuhan hidup, meski belum signifikan dilakukan.
Bupati Jayapura Mathius Awoitauw mengatakan, potensi SDA adalah bagian dari jati diri masyarakat adat dan hal ini perlu dikelola dengan baik sebagai sumber pendapatan tetapi juga lumbung pangan dalam memberikan ketahanan pangan di Kampung masing-masing.
“ Jauh-jauh hari sudah saya sampaikan, agar masyarakat adat harus berdiri diatas jati dirinya sendiri,” ujar Bupati Awoitauw di Sentani. Rabu (20/5).
Dikatakan Bupati Jayapura, hutan dan dusun sagu terbesar masih ada, danau yang luas dan indah belum maksimal dikelolah potensi perikanannya. Ladang, sawah, dan hutan yang kaya dengan berbagai potensi kearifan lokalnya.
“Wabah covid 19 saat ini, banyak hal positif yang dapat dilakukan menjadi peluang kita bersama,” jelas Bupati Jayapura.
Menurut Bupati Jayapura, masyarakat adat tidak boleh tinggal diam, Kepala suku, Kepala Keret, dan Pemerintah Kampung harus mengajak masyarakatnya untuk segera kembali ke dusun, kebun masing-masing untuk dikelolah.
“Tidak mungkin orang dari luar kampung kita yang akan datang membantu, hanya masyarakat yang tinggal di kampung tersebut yang dapat melakukan segala hal untuk perubahan dan kemajuan kampungnya,” ucap Bupati Jayapura.
Walau demikian, Bupati Jayapura juga mengakui belakangan ini seperti ada sebuah gerakan masal yang dilakukan dimasing-masing Kampung dengan kegiatan panen raya, hasil kebun, ikan, dan juga hasil pertanian lainnya.
“Belum lama ini kita di kampung sabyab ada panen ubi jalar dalam jumlah yang cukup banyak, lalu panen kacang tanah dilembah grime, ikan laut di depapre, dan gerakan ini harus terus dilakukan,” ungkapnya.
Sementara itu, masyarakat Kampung Ifarbesar Distrik Sentani, dalam mencukupi ketahanan pangan lokal mereka melalui pengelolaan dusun sagu yang dimiliki.
Dusun tersebut di kelolah secara masal oleh seluruh warga, selain mengambil hasil pohon sagu, dusun tersebut ditanami kembali dengan tanaman jangka pendek seperti ubi-ubian, keladi, serta sayur mayur.
(Jack)





Apa komentar anda ?