TIOM, nokenlive.com – Bupati Lanny Jaya, Aletinus Yigibalom, S.Pd, bersama Sekretaris Daerah Tendien Wenda, S.Th., S.IP., M.Si, dan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Lanny Jaya, Bayu Prasetyo, turun langsung meninjau pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di lapangan pada Selasa (21/7/2026). Kehadiran pimpinan daerah tersebut menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terhadap pelaksanaan pendataan ekonomi yang tengah berlangsung.
Kepala BPS Kabupaten Lanny Jaya, Bayu Prasetyo, mengatakan bahwa hasil Sensus Ekonomi 2026 akan menjadi salah satu instrumen penting dalam mengukur kondisi ekonomi daerah. Data yang diperoleh akan menjadi dasar dalam menghitung pertumbuhan ekonomi serta memberikan gambaran mengenai potensi penerimaan Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD).

Menurut Bayu, seluruh wilayah Kabupaten Lanny Jaya telah menjadi sasaran pendataan. Sebanyak 224 petugas diterjunkan untuk menjangkau 39 distrik, 354 kampung, dan 1 kelurahan yang tersebar dalam 411 Satuan Lingkungan Setempat (SLS).
Selain petugas lapangan, BPS juga menyiapkan 83 Petugas Pemeriksa Lapangan (PML) dan 186 Petugas Pencacah Lapangan (PCL) guna memastikan kualitas data yang dihimpun selama pelaksanaan sensus.
Bayu menjelaskan, pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 di Kabupaten Lanny Jaya berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026. Selama proses tersebut, BPS memastikan tidak ada wilayah yang terlewat sehingga seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat terdata secara menyeluruh.

Ia mengapresiasi dukungan penuh Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya terhadap kegiatan sensus. Menurutnya, seluruh kebutuhan koordinasi dan fasilitasi yang dibutuhkan BPS telah dipenuhi oleh pemerintah daerah.
“Kami bersyukur dukungan dari Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya sudah sangat maksimal. Bahkan hari ini masyarakat dapat melihat langsung Bapak Bupati, Bapak Sekda, beserta jajaran turun ke lapangan meninjau proses pendataan. Ini menjadi bentuk komitmen bersama bahwa pembangunan harus didasarkan pada data yang akurat,” ujarnya.
Bayu menegaskan, data hasil sensus diharapkan benar-benar mencerminkan kondisi riil perekonomian masyarakat Lanny Jaya sehingga dapat dimanfaatkan sebagai dasar penyusunan kebijakan pembangunan daerah.

BPS juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya, tokoh adat, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda agar pelaksanaan sensus berjalan lancar. Selain itu, hasil Sensus Ekonomi 2026 diharapkan selaras dengan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) yang menjadi kebijakan pemerintah pusat.
Melalui integrasi data tersebut, pemerintah diharapkan memperoleh gambaran menyeluruh mengenai aktivitas ekonomi di Kabupaten Lanny Jaya, mulai dari pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri, hingga pelaku usaha berskala besar.

Hasil sensus nantinya diharapkan menjadi referensi utama bagi Pemerintah Kabupaten Lanny Jaya dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang tepat sasaran sekaligus menjadi tolok ukur pertumbuhan ekonomi daerah pada masa mendatang. (Dwi Andreas – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?