Serui, Nokenlive.com – Pimpinan dan Angggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kepulauan Yapen bersama staf di Sekretariat Dewan menjalani Rapid Test Kesehatan Covid 19.
Rapid Test yang dilakukan sejumlah dewan dan staf DPRD Yapen ini menyusul seorang anggota dewan yang dinyatakan Reaktif dan saat ini tengah menjalani karantina seusai melakukan perjalanan dari luar daerah beberapa waktu lalu.
Setidaknya ada sebanyak 60 orang ikut di Rapid Test oleh tim medis klaster Kesehatan yang digelar di Dinas Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen, Senin (11/05).
Ketua DPR Yapen, Yohanis Raubaba kepada wartawan menyampaikan bahwa Rapid test oleh anggota maupun staf ini dilakukan agar masyarakat mengetahui seperti apa hasil dari rapid test ini juga memutus mata rantai Penyebaran Covid 19 di kabupaten Yapen .
” Kita bukan hanya ingin mengetahui seperti apa hasil dari rapid test nanti tetapi selain itu kita semua harus bisa memutus rantai penyebaran virus ini sehingga masyarakat di kabupaten kepulauan Yapen tidak berimets bahwa sudah ada yang tertular tapi tidak dipublikasikan” ujar Yohanis Raubaba
Untuk itu Ia berharap hasil dari rapid test ini nantinya dapat diketahui oleh masyarakat dan hasil rapid test ini tidak serta merta seseorang itu dinyatakan positif terpapar virus Covid 19 karena ada pemeriksaan lebih lanjut lagi dengan Swab baru seseorang itu bisa dinyatakan positif atau negatif .
Pemeriksaan rapid test yang dilakukan oleh seluruh anggota dewan dan staf ini kata Yohanis merupakan inisiatif dari pimpinan dan anggota sendiri mengingat salah seorang anggota dewan yang tengah menjalani isolasi dan hasil rapid nya dinyatakan reaktif sebelumnya sempat masuk kantor .
” Sehingga saya minta kepada seluruh anggota dan pimpinan maupun staf dewan saya minta untuk ikut rapid test karena tidak ada sesuatu yang harus kita takuti ,Kita semua harus sepakat untuk memerangi Covid 19 ini ” ucapnya .
Menurut Yohanis rapid test seluruh anggota dewan dan staf ini perlu dilakukan karena seseorang yang dianggap sehat atau kuat belum tentu tidak tertular oleh virus ini.
Menyikapi meningkatnya kasus Covid 19 di kabupaten Yapen dari 3 Orang yang sebelumnya dinyatakan reaktif menjadi berjumlah 15 orang ,Yohanis mengatakan pemerintah daerah dan gugus tugas Covid19 sudah ada instruksi maupun protap yang dikeluarkan oleh pemerintah agar dapat dipertegas apalagi beberapa orang yang dinyatakan reaktif dari hasil rapid testnya adalah sebagian orang yang datang dari luar Serui.
” Kalau penduduk kabupaten kepulauan Yapen yang ada di Serui kita tau selama ini berapa yang sudah dinyatakan OTG oleh klaster kesehatan sedangkan yang lain itu baru datang dari luar Serui” papar Yohanis.
Sementara itu juru bicara gugus tugas Covid19 kabupaten kepulauan Yapen, dr Andi Raya Surjatno terkait dilakukannya rapid test oleh anggota dan staf dewan menyambut positif hal ini karena selaku pimpinan daerah pasti akan berkontribusi dan bertemu orang banyak sehingga kita kalau diketahui kondisinya lebih bagus lagi.
Dalam kesempatan itu dr Andi meminta stigma masyarakat agar memahami rapid test yaitu bukan untuk mengetahui seseorang itu positif atau negatif karena hasil positif atau negatif itu dapat diketahui setelah dilakukan pemeriksaan Swab .
“Jangan sampai gara-gara pemeriksaan rapid heboh dan ada stigma dimasyarakat , Rapid ini untuk penjaringan sebanyak banyaknya tidak apa apa dan kalau kita ketemu kita lanjutkan dengan finalnya yaitu Swab” tutur dr Andy.
Dikatakan untuk hasil rapid test pimpinan, Anggota dan staf Dewan ini akan disampaikan secara resmi dalam waktu yang tidak lama oleh tim Gugus tugas maupun Klaster Kesehatan Kabupaten Kepulauan Yapen.
(Itink)





Apa komentar anda ?