Jayapura, Nokenlive.com – Perwakilan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Papua, mengimbau agar pasangan usia subur di wilayah Bumi Cenderawasih sedapat mungkin bisa menunda kehamilan di masa pandemi Covid-19.
Kepada media di Jayapura, Senin (11/06), Kepala BKKBN Provinsi Papua, Sarles Brabar, SE.M.Si menjelaskan, ajakan penundaan kehamilan ini karena resikonya tinggi bagi kesehatan ibu dan janin.
“Di masa Covid ini kan, semua orang butuh imun tubuh yang kuat. Ibu hamil resiko penularan wabah ini juga besar, jika mereka mendatangi fasilitas kesehatan seperti rumah sakit atau Puskesmas,” kata Sarles Brabar.
Namun kata Sarles Brabar, tetapi kalau yang sudah terlanjur hamil tidak apa-apa. Kita imbau yang belum agar mempertimbangkan untuk ditunda.
Menurut Sarles Brabar, Badan Kependudukan Dunia United Nations Population Fund (UNFPA) sudah memprediksi dampak tingginya angka kehamilan tiga empat bulan terakhir, akibat kebijakan penutupan wilayah (lock down), tinggal di rumah saja (stay at home), dan kerja dari rumah (work from home).
Lanjut Charles Brabar, diprediksi akan ada penambahan jumlah penduduk di masa Covid, ada baby boom. Di Indonesia sudah terjadi, seperti di Kabupaten Tasikmalaya Jawa Barat dan Nagekeo, NTT. Jumlah orang yang hamil naik 100 persen lebih.
“Ini yang kita kuatirkan terjadi kehamilan yang tidak diinginkan terjadi di Papua,” kata Charles Brabar.
BKKBN RI telah menginstruksikan pihaknya untuk kerjasama dan koordinasi dengan Ikatan Bidan Indoensia di Provinsi Papua dan kabupaten/kota untuk bersama-sama memberikan pencerahan dan pelayanan kontrasepsi jangka pendek dengan pemberian pil, suntik dan kondom, tutur Charles Brabar.
“Kita inginkan kesehatan ibu dan bayi yang akan lahir. Kami tetap koordinasi dengan para bidan di kabupaten/kota. Juga kami beri bantuan berupa masker, sarung tangan, bahan makanan dan sosialisasi kepada para bidan dan masyarakat. Kami dari Provinsi tidak bisa turun langsung ke seluruh kabupaten karena kondisi transportasi penerbangan yang masih ditutup sejak 26 Maret hingga hari ini,” katanya.
Sebelumnya, Juru Bicara Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Provinsi Papua, dr. Silwanus Sumule, Sp.OG(K) mengatakan pihaknya mendorong agar proses persalinan normal bagi ibu hamil di Papua dilakukan di Puskesmas untuk beberapa bulan ke depan.
Rumah sakit kita saat ini penuh dengan pasien Covid. Kurang lebih 640 pasien Covid, Ini artinya, rumah sakit penuh dengan Covid 19. Kami sudah dorong agar ibu-ibu hamil yang akan melahirkan, khususnya yang melahirkan normal di Puskesmas,” kata Sumule.
(Jack)





Apa komentar anda ?