Serui, Nokenlive.com – Keluarga besar Yakobus Tanawani dan Gerson Tanawani yang mengaku sebagai pemilik hak ulayat adat di lokasi Wilayah Pantai Barawaikap, Newi, dan Tarau Tanao melakukan aksi demonstrasi di depan kantor PT. Pertamina Depot Serui, Kamis (13/2). aksi yang di ikuti puluhan anak adat Tanawani ini, menuntut pembayaran hak ulayat tanah yang dipakai Pertamina.
Dalam orasinya Mesak Adolof Tanawani yang merupakan koordinator aksi menyampaikan tuntutannya kepada Pertamina agar secepatnya menyelesaikan sengketa dan melakukan pembayaran hak kepada keluarga besar Yakobus Tanawani Sebagai pemilik hak tanah adat yang sudah di kuasai Pertamina selama 40 Tahun.
Bahkan Adolof mengungkapkan bahwa sudah 8 tahun ia bersama orang tua memperjuangkan dan menuntut pembayaran haknya namun hingga saat ini belum pernah terjawab.
“Tanah ini sudah 40 Tahun di tempati Pertamina tetapi kami belum pernah menerima hak atas tanah ini, sudah 8 tahun kami memperjuangkan hingga sekarang belum ada hasil,” Ujar Adolof.
Aksi demo ini mendapat perhatian MRP (Majelis Rakyat Papua) yang turun langsung ke lokasi. Ketua Pokja adat MRP, Demas Tokoro dalam kesempatan berbicara menyampaikan bahwa ini merupakan ratapan, dan ratapan ini harus mendapat jawaban. Dirinya mengatakan bahwa damai tanpa ada keadilan itu percuma, sehingga hal ini mendapat perhatian dari 31 Anggota MRP dibawah koordinator Pokja Adat. Mereka juga berkesempatan melihat lokasi tanah seluas 21.750 meter persegi yang ditempati oleh PT. Pertamina Terminal Pengisian BBM Serui.
“Kami sebagai lembaga representasi kultural orang asli Papua (OAP) tidak bicara seperti ini, seharusnya kami duduk bersama-sama dengan bermatarbat, bicara menyelesaikan masalah. Ungkapnya.
Sementara itu perwakilan dari pihak PT. Pertamina, Akmadun dihadapan pendemo menjelaskan bahwa akan duduk bersama untuk membahas dan mencari solusi dengan menunjukkan bukti-bukti pembayaran dari kedua belah pihak, namun jika tidak ada solusi maka dapat menempuh jalur hukum yang ada.
Terkait akan adanya pertemuan antara pihak MRP dan Pihak Pertamina pada 14 Pebruari 2020 nanti yang difasilitasi oleh Pemda Kepulauan Yapen, Adolof berharap dengan adanya pertemuan tersebut ada solusi yang dihasilkan.
Dari pantauan awak media, aksi demo tersebut berjalan dengan tertib begitu juga aktifitas pelayanan dari pihak Pertamina terlihat normal tampa ada gangguan dari massa.
Kapolres Kepulau Yapen AKBP Kariawan Barus SH, SIK, MH dan Dandim 1709 Yawa Letkol Inf. Leon Pangaribuan SH turun lansung untuk memastikan keamanan. Sedangkan dari pihak pemerintah hadir Asisten I , Portunatus Numberi, SE, M.Si dan Asisten II, Gokman Simbolon, SH begitu juga dari DPRD Kepulau Yapen ikut hadir ketua sementara Yohanes Robaba berserta anggota Dan 30 anggota MRP.
(rich/Itink)





Apa komentar anda ?