Serui, Nokenlive.com – salah satu program dana desa dikampung Ketuapi distrik Anotaurei Kabupaten Kepulauan Yapen dimanfaatkan untuk pengembangan dibidang Pertanian yakni dengan menanam sayuran yang dikelola oleh PKK guna peningkatan ekonomi keluarga.
Hal itu disampaikan Kepala Kampung Ketuapi Kliopas Wayangkau saat di temui awak media di lokasi budidaya sayur disekitar pantai Mariadei, Sabtu (20/11).
Menurutnya, tanaman sayur mayur yang dikelola oleh ibu PKK kampung cukup mudah dilakukan, pengurusannya pun tidak terlalu rumit bahkan untuk jangka panen lebih cepat, jadi program ini dimungkinkan berdampak baik untuk menopang ekonomi masyarakat kampung.
Dijelaskan,penanaman sayur ini memilih metode tanam didalam bak-bak tanah yang diletak di atas para-para hal ini dilakukan karena lebih mudah dikerjakan ditambah penempatan lahan dapat dibuat disekitar komplek rumah warga.
Program pertanian ini sendiri sudah dilakukan sejak tahun 2017 awalnya dalam ukuran kecil, namun karena meningkatnya pembeli akhirnya dilakukan penanaman dengan jumlah lebih banyak yang sumber dana pengelolaannya diambil dari dana desa.
“program ini dari dana desa caranya kita menyediakan media tanah yang mengandung nutrisi yang bagus, selanjutnya tanahnya disaring supaya halus, tanah yang sudah halus di campur dengan pupuk kemudian campur didiamkan selama satu minggu setelah itu disiapkan para-para yang diatasnya diletak bak-bak penampungan tanah setalah itu dilakukan penanaman sayur,” ujarnya.
Sedangkan untuk pemasarannya sendiri sudah dapat memenuhi kebutuhan di kampung dan selebihnya dijual kepasar Aroroiroro Serui yang jaraknya cukup dekat dari kampung.
Tak luput Ia berpesan kepada warganya agar menjadi masyarakat pekerja didaerahnya sendiri.
“kita tidak boleh duduk menjadi penonton dimana saudara-saudara kita yang pendatang lebih berhasil, padahal kita yang punya tanah tidak harus untuk dijual tapi harus diolah paling tidak tanam pekarangan,”pungkasnya.
Pria yang mengaku memiliki hubungan dekat dengan Pangdam Kasuari Mayjen Joppye Onesimus Wayangkau ini berpesan agar masyarakat Papua khususnya yang berada di kampung tersebut supaya tidak hidup dari menjual tanah namun harus bisa hidup dengan mengolah tanahnya sendiri.
“Jangan hidup dari Jual tanah tapi hidup dari olah tanah,” pungkas Kliopas Wayangkau.
(rich/Itink)





Apa komentar anda ?