Sorong, Nokenlive.com – Keberadaan salah satu pelabuhan penggalan kapal yang berada di Kelurahan Tanpa Garam Distrik Maladumes Kota Sorong, kini sudah sangat membahayakan masyarakat sekitar. Pasalnya debu yang merupakan limbah dari hasil penyemprotan kapal tersebut masuk sampai ke dalam rumah warga, Senin (30/09/19).
Menurut Salah seorang Warga sekitar, Yunita Mambrasar, mengaku sudah tidak bisa bertahan dengan kondisi seperti ini, penggalangan kapal tersebut, saat penyemprotan debuhnya sudah sangat mengganggu dan meresahkan mereka sebagai warga sekitar, bahkan sampai masuk kedalam pemukiman warga.
“Kalau dong su mulai amplas atau menyemprot itu kapal, debuh berterbangan dan hampir menutup rumah warga yang ada di sekitarnya. Sampai-sampai kita punya piring makan, dan air minum setiap hari harus kita tumpah karena debuh masuk sampai ke dalam rumah akhir-akhir ini,” ungkap Yunita saat ditemui dirumahnya yang berada tepat disamping pelabuban Penggalangan kapal tersebut.
Kata dia, aktifitasnya hampir setiap hari, dan warga sekitar sudah sering memberikan teguran yang keras hingga sampai mengancam, namun tetap tidak pernah di hiraukan dan terus saja bekerja. “Kalau sudah berlebihan kita sering tegur sampai kita ancam-ancam mau pukul, tetapi berhenti sedikit setelah itu mereka lanjut lagi, terkadang disaat malamhari mereka lanjut menyemprot,” terangnya.
Ia menjelaskan juga, yang mereka rasakan dari limbah tersebut, yaitu terasa gatal pada kulit dan semua perlengkapan rumah tangga maupun pakaian terkena dampaknya. “Saat proses penyemprotan, pada saat kami jemur pakaian di luar sebentar kelihatan tidak ada model lagi. Apalagi pakaian warna putih. Dan juga barang-barang di dapur, air minum harus dibuang karena penuh dengan debuh,” tuturnya.
Lanjut dia, apabila saat air laut pasang, air terlihat dipadati dengan debuh. Sementara itu, anak-anak kecil sering bermain di air laut. “Kita hanya takut saja bisa membahayakan kesehatan kita di sini. Terutama anak-anak kecil yang kalau keluar sekolah sudah bermain di pantai sini,” pungkasnya.
Sehingga, masyarakat sekitar tampa garam menginginkan agar pemerintah segera mengambil tindakan terhadap perusahaan tersebut sebelum masyarakat mengambil langkah yang sudah di luar dugaan lagi. Karena, sudah sangat meresahkan dan mereka meminta agar pemerintah segera menutup atau memindahkan proses penggalangan kapal tersebut ke tempat lain, karena dinilai tidak layak beroprasi di wilayah pemukiman warga.
(Topan Duta)





Apa komentar anda ?