Jayapura, Nokenlive.com – Gubernur Papua Lukas Enembe, S.IP,.MH mengatakan sampai saat ini Pemerintah Provinsi Papua belum bisa memutuskan mahasiswa/i Papua yang sudah pulang dari seluruh kota study (dari Aceh sampai di Sulawesi) untuk kembali ke kota studinya masing-masing atau tinggal di Papua.
“Kami harus tunggu keputusan mahasiswa sendiri terlebih dahulu, kemudian Pemprov Papua bersama Pemprov Papua Barat akan melakukan kesepakatan untuk kesiapannya,”kata Gubernur Enembe kepada wartawan Senin, (6/9).
Pertemuan yang digelar Gubernur Papua Lukas Enembe bersama para bupati itu telah memutuskan bahwa jika mahasiswanya ingin kembali maka, pihak pemerintah akan memfasilitasi mereka untuk pulang tetapi kalau tidak, itu juga keputusan mahasiswa.
“1.200-an lebih mahasiswa sementara sudah pulang dan sebagian masih di kota studi karena menunggu ongkos pulang dari orang tua, namun setelah semua keputusan selesai selesai, bagi mahasiswa yang ingin kembali kami akan memfasilitasi mereka,”ungkap Enembe.
Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP,.MH mengatakan jika mahasiswa Papua tidak pulang ke kota studinya, saya akan bangun salah satu Universitas terkemuka di Papua agar mahasiswa Papua tidak keluar daerah.
“Tahun 2021 saya akan bangun salah satu Universitas di Papua agar mahasiswa Papua tertampung disitu,”ujarnya.
Sementara mahasiswa yang berkompeten dalam bidang tertentu, pemerintah juga berjanji akan mengirim mereka kuliah di luar negeri.
Sampai saat ini pula mahasiswa juga belum pernah bertemu dengan gubernur Papua, sebab sebelumnya Gubernur Papua juga sudah melayangkan undangan kepada mahasiswa untuk turut hadir dalam rapat koordinasi dan konsolidasi yang digelar Pemprov Papua di Gedung Negara Dok V atas.
“Kunjungan kami di Surabaya mereka tolak kami dan rapat koordinasi yang kami undang juga mereka tidak datang jadi maunya mereka itu apa kami tidak tahu,”katanya.
Sementara belum ada keputusan mahasiswa bersama pemerintah provinsi Papua sehingga pemerintah provinsi Papua juga tengah menunggu keputusan dari mahasiswa sendiri dan keputusan ini yang akan dijadikan bahan pertimbangan bagi pemerintah untuk merumuskan solusinya.
Berikut data mahasiswa asal Papua yang telah kembali ke Papua berdasarkan laporan para bupati :
Kabupaten Intan Jaya, 4
Pegunungan Bintang, 3
Asmat, 45
Dogiyai , 300
Mamberamo Tengah, 200
Paniai, 200
Nduga, 500
Puncak, 20
Mappi, 1
Supiori, 12
Biak, 4
Kepulauan Yapen, 11
Tolikara, 110
Yahukimo, 600
Merauke, 8
Sarmi, 1
Jumlah Total : 2019
(Thiand)





Apa komentar anda ?