Jayapura, Nokenlive.com — Gubernur Papua Lukas Enembe, SIP,. MH menegaskan penanganan masalah Papua bersama pemerintah pusat bukan kepentingan sendiri, melainkan kepentingan bersama.
“Menyelesaikan masalah Papua bukan dengan cara seperti itu dan persoalan Papua tidak bisa selesai dengan cara seperti itu pula dan harus selesaikan secara akar persoalannya.
Hal itu disampaikan Gubernur Papua Lukas Enembe,S.IP,.MH kepada awak media di Jayapura, Rabu, (11/9/2019).
Presiden RI Jokowi berencana akan membangun Istana Negara di Papua pada tahun 2020 mendatang, terkait itu Gubernur Papua Lukas Enembe mengatakan upaya ini hanya untuk mencari kepentingan sesaat dan kepentingan individu.
Terkait penyusiran Mahasiswa Papua hingga mahasiswa pun kembali melakukan aksi unjuk rasa di Papua seperti Manokwari, Papua Barat dan Jayapura hingga beberapa daerah lain di Papua, kemungkinan terkait itu Presiden RI Jokowi mengundang beberapa tokoh dari Papua
Gubernur Papua Lukas Enembe juga mempertanyakan apa maksud dari pertemuan tersebut, karena sampai saat ini Pemerinta Provinsi Papua belum mengetahui tujuan dari pertemuan itu.
“Apa yang dibicarakan mereka (Presiden RI bersama para tokoh di Papua) sampai saat ini kami belum tahu dan mereka harus tahu bahwa Papua ini bukan hanya satu suku saja tetapi lebih. Dan tidak bisa berangkat hanya orang-orang tertentu saja tanpa pengetahuan pemerintah provinsi,”tegas Enembe.
Sekelompok orang yang mengatasnamakan tokoh Papua itu, kemudian melakukan pertemuan tertutup dengan presiden RI Jokowi, gubernur Papua Lukas Enembe menilai hanya karena kepentingan pribadi dan sesaat.
Enembe menjelaskan, pihaknya tidak tahu apa yang dibicarakan tokoh-tokoh Papua bersama Presiden RI dalam siding itu.
“Kalau masalah Papua, kita orang Papua bicara bersama kemudian laporkan ke presiden. Karena, jika secara individual, masalah Papua tidak akan selesai. Oleh karena itu, saya minta kita bicara secara komprehensif terlebih dahulu kemudian laporkan masalah Papua di Pempus,”ujarnya.
Gubenur Enembe juga meminta jangan minta pemekaran kabupaten atau Provinsi di tanah Papua. Karena, menurutnya, dengan adanya pemerkaran orang Papua akan habis.
“Hanya mengurus sepiring nasi atau minta pemekarang saja semuany main diam terus, sebab itu, saya harap tidak boleh lagi pakai cara-cara seperti ini. Karena, orang Papua akan mati terus dan menurut saya pemekaran itu bukan solusi penyelesaian masalah Papua,”tuturnya.
(Thiand)





Apa komentar anda ?