Jayapura, Nokenlive.com – Gubernur Papua Lukas Enembe,S.IP,.MH meminta kepada seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua harus menjadi ujung tombak menuju Papua damai.
Tentu ASN harus menjadi agen perubahan di Papua. Kondisi di Papua tengah memanas sebab kita harus menjadi guru bagi masyarakat dengan harus memberikan pemahaman yang baik kepada masyarakat agar mereka pun bisa berpikir logis,”kata Gubernur Papua melalui Asisten II Bidang Perekonomian dan Kesejahteraan Rakyat Muhammad Musa’ad kepada wartawan di Jayapura, Senin, (2/9/2019).
Terkait itu, dirinya mengatakan bahwa persepsi buram yang melekat kepada masyarakat harus dihilangkan dan harus membangun dan menciptakan persepsi kebenaran bahwa Indoensia itu dari sampai Merauke.
“Sebab itu kami minta selurh masyarakat Papua harus menghilangkan organisasi tidak jelas semacam Nusantara dan lainnya karena kita tetap satu yaitu anak Nusantara (Papua dan Indonesia),”harapnya.
Karena itu, menurutnya, selama ini diskriminasi menjadi meraja lela dikalangan masyarakat, sebab itu dirinya meminta ASN maupun masyarakat harus jauhi dari pelbagai macam diskriminasi dan jangan sampai ada aduh domba atau perpecahan.
“Perpecahan yang sengaja dimainkan oleh pihak pihak tertentu sehingga bisa menjadi gesekan antara kita.dengan demikian, kita harus jaga kebersamaan kita dalam setiap hari dan tidak ada yang diuntungkan bagi kita kalau kita konflik terus,”katanya.
Sementara kondisi kantor Gubernur Papua sangat disayangkan karena dirusak dan dirampas segala isinya oleh masa aksi yang bermalam Kamis (29/8) lalu.
“Hari Sabtu kemarin, saya sudah keliling setiap ruangan kantor Gubernur dan kondisinya cukup memperhatinkan tetapi itu adalah bagian dari dinamika yang tidak bisa kita hindari. Sebab dilain sisi, kondisi memberikan pembelajaran bagi kita untuk harus bersatu, bertanggungjawab bersama,”jelas Musa’ad.
(Thiand)





Apa komentar anda ?