Jayapura, Nokenlive.com – Forum Masyarakat Tabi Bangkit deklasikan pemekaran Daerah Otonomi Baru Provinsi Tabi. Yang di laksanakn di Pulau Metudebi. Minggu ( 18/8/2019 ). Dan melibatkan para tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, Pemerintah.
Ketua FMTB, Albert Yoku mengatakan bahwa sebelum mengadakan deklarasi pihaknya telah melakukan komunuikasi politik di berbagai pihak, baik partai politik, masyarakat, maupun pemerintah pusat terkait pemekaran Provinsi Tabi yang membawahi lima Kabupaten/ Kota yakni Kabupaten Jayapura, Kabupaten Sarmi, Kabupaten Keerom, Kabupaten Mamberamo Raya dan Kota Jayapura.
“ kami telah melakukan pendekatan ke berbagai pihak dan kami punya prediksi bahwa apabila Presiden membuka moratorium DOB itu maka Tabi adalah satu – satunya wilayah yang administrasinya sudah lengkap untuk menjadi Provinsi Papua Tabi,” katanya.
Terkait penolakan terhadap pemekaran provinsi papua tengah, Albert Yoku menambahkan bahwa percepatan pembangunan di suatu wilayah di Papua harus berdasarkan peta wilayah adat, hal ini merupakan alasan untuk pembentukan Provinsi baru di Mamta karena memiliki kultur adat dan budaya yang sama.
“ saya pikir bahwa penolakan itu wajar karena tidak sesuai dengan pemangku adat dan budaya di papua. Kenapa, orang Meepago, Lapago dan Saereri mau di gabung satu kali, budaya orang Saereri berdeda dengan saudara – saudara saya yang di Lapago dan Meepago, untuk itu pembangunan harus kembali ke Wilayah Adat dan kami Tabi sudah siap” katanya.
Deklarasi ini bertepatan dengan perayaan Hari Ulang Tahun yang pertama Forum Masyarakat Tabi Bangkit.
Hadir dalam deklarasi ini, Ketua dan Pengurus FMTB, Ketua LMA Port Numbay George Awi, Walikota Jayapura Benhur Tommy Mano, Bupati Kabupaten Jayapura Mathius Awaitou, serta masyarakat dan para intelektual Tanah Tabi lainnya.
(Virgo)





Apa komentar anda ?