Jayapura, Nokenlive.com – Tim gabungan TNI – Polri terus melakukan pencarian korban hilang pasca banjir bandang sentani, Sabtu (16/3/2019) lalu.
Kabid humas Polda Papua, Kombes Pol. AM. Kamal, menjelaskan dari hasil pencarian tim gabungan TNI-Polri dan basarnas berhasil menemukan 82 jenazah korban banjir bandang dan 7 jenazah korban tanah longsor Ampera, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura.
Menurut Kamal, update terbaru data korban meninggal dunia pasca banjir bandang sentani hingga hari Senin (18/3/ 2019) sampai dengan pukul 20.00 WIT sebanyak 83 Jenazah sesuai data dari posko induk Sentani.
“Jadi, untuk hari Senin tanggal 18 Maret 2019 telah ditemukan 13 jenazah di Kampung Sereh Tua 4 korban, Danau Sentani 2 korban BTN Sosial 3 korban, BTN Nauli 2 korban, BTN Citra Buana 1 korban dan Kampung Hobong 1 korban sehingga Jumlah korban yang ditemukan sebanyak 83 Jenazah,” kata Kombes Pol. Mustofa Kamal di Jayapura, Senin (18/3/2019).
Untuk 7 korban tanah Longsor yang meninggal dunia sudah diserahkan kepada keluarga korban dan telah dimakamkan.
Selain itu, korban yang hilang 74 orang sesuai laporan keluarga terdiri dari Kampung Milinik: 34 orang; BTN Gajah Mada: 20 orang; Komplek Perumahan Inauli: 7 orang; Kampung Bambar: 4 orang; BTN Bintang Timur: 2 orang; Sosial: 1 orang; Komba: 1 orang; Taruna Sosial: 3 orang.
Sementara semua jenazah korban banjir bandang telah dievakuasi ke RS Bhayangkar Polda Papua untuk dilakukan identifikasi tim DVI dari Mabes Polri.
Tim gabungan TNI-Polri dan Basarnas masih terus melakukan pencarian terhadap korban, tidak menutup kemungkinan jumlah korban akan bertambah.
Personel TN/Polri masih dikerahkan disetiap titik yang dianggap sebagai tempat terparah dan terdapat korban jiwa.
Selain melakukan pencarian terhadap korban jiwa, Tim gabungan juga melakukan pembersihan di beberapa titik yang terdampak banjir bandang yakni Jalan Sosial, Kemiri dan Doyo Baru.
Perumahan yang terendam banjir yaitu perumahan doyo baru dan sekitarnya, kompleks 751, Balaitrans dan Kompleks Auri dan Distrik Ravenirara.
(BM)





Apa komentar anda ?