Keerom, Nokenlive.com – Massa yang tergabung dalam dewan adat kabupaten Keerom, menggelar aksi demo meminta bupati Keerom M.Markum agar tidak menghambat pelantikan wakil bupati Keerom terpilih Piter Gusbager, yang telah meraih suara dalam pemilihan sebelumnya yang dilakukan di gedung DPRD setempat, sehingga masyarakat adat mempertanyakan mengapa belum dilakukan pelantikan hingga saat ini.
Dengan mengambil titik kumpul dari kantor Dewan Adat Keerom, massa membentangkan alat peraga seperti pamflet dan spanduk-spanduk yang mempersoalkan kendala apa yang menghambat hingga pelantikan wakil bupati terpilih tersebut belum juga dilaksanakan.
Kemudian massa berbondong-bondong bergerak menuju halaman kantor bupati Keerom, dengan dikawal ketat Sabhara Polres setempat. Setibanya di depan kantor bupati, secara bergantian massa mulai berorasi mempertanyakan kinerja pemerintah daerah yang terkesan menghambat prosesi pelantikan wakil bupati terpilih untuk dilantik.

Dalam orasinya masa meminta keberpihakan dari pemerintah daerah, dalam ini bupati Muhamad Markum, SH, MM,. Supaya menindaklanjuti hasil pemilihan wakil bupati Keerom ke tingkat provinsi, kemudian dikawal hingga di kementrian dalam negeri, guna percepat pembuatan SK pelantikan atas nama Piter Gusbager, S.Hut, sebagai orang nomor dua di kabupaten Keerom.
Menerima aspirasi pengunjuk rasa dari Dewan Adat setempat, asisten satu Setda Keerom Sucahyo Agung, Hulman Sitinjak Asisten II, serta Winoto Asisten III, selanjutnya Minggu Bandua selaku Kakesbangpol Keerom, dan Fabianus Rani Kasatpol PP Kab. Keerom, menemui para pengunjuk rasa tersebut.
Bapak Sucahyo Agung, Asisten I Setda yang menerima para pengunjuk rasa menyampaikan terimakasih atas kehadiran masyarakat sekalian, terkait dengan keberadaan Bapak Bupati sedang melaksanakan ibadah umroh sejak tanggal 13 sampai 26 Januari 2019, sedangkan bapak Sekda saat ini tengah menghadiri rapat komisi ASN di Jakarta yang kemudian dilanjutkan dengan kegiatan sosialiasi rekrutmen LP3K di Batam.
Sehingga terkait dengan kekosongan jabatan wakil bupati, tentunya asisten satu juga mengaku prihatin, artinya banyak pekerjaan-pekerjaan yang terbengkalai, yang kemudian berdampak kepada banyak pihak, dirinya menyarankan kepada yang memiliki kepentingan yaitu partai pengusung, sekiranya menyiapkan perwakilan untuk dilakukan mediasi jika mana berkenan, jika informasi tadi SK sudah ada, artinya Gubernur sudah tidak memiliki alasan untuk menahan pelantikan Wakil Bupati Keerom, “tugas kami hanya sebatas mendengarkan penyampaian aspirasi saja, setelah itu kami akan laporkan kepada pimpinan kami, dan apabila Masyarakat ingin melakukan pemalangan dimohon agar tidak mengganggu pelayanan masyarakat,” tegas Sucahyo.
Meresponi penyampaian dari asisten satu setda Keerom, Frengky Mekawa yang juga sebagai Anggota Komisi A DPRD Keerom bidang pemerintahan, mengungkapkan bahwa pada intinya ini merupakan suara hati dari seluruh masyarakat adat, sehingga wajib diresponi oleh pihak terkait.
Kemudian di tempat yang sama, Serfosius Tuamis (Ketua Dewan Adat Keerom) menegaskan bahwa sudah banyak yang disampaikan oleh para masyarakat adat, oleh sebab itu dirinya meminta agar pada tanggal 26 Januari 2019, sepulangnya dari ibadah Umroh bupati sudah membawa SK wakil bupati, dan selama bupati masih melaksanakan ibadah umroh, pihak dewan adat tetap akan melakukan pemalangan hingga ada kejelasan dari bupati.
Dari aksi tuntutan tersebut digelar pertemuan singkat antara para asisten setda, kakesbangpol, kasatpol pp, kasat Sabhara polres, ketua dewan adat, perwakilan pemuda di aula BK3.
Hasil pertemuan bersama antara pemerintah daerah, aparat kepolisian, dan sejumlah utusan pendemo di ruang BK3 pemda Keerom, menelurkan kesepakatan bahwa kantor bupati tetap dilakukan pemalangan hingga ada kejelasan terkait Surat Keputusan terkait pelantikan Piter Gusbager. Kemudian dalam waktu dekat bakal dibentuk tim pencari fakta yang hendak diberangkatkan ke Jakarta, guna menelusuri ke tingkat kementrian dalam negeri terhadap pembuatan SK dimaksud.
Masa pendemo akhirnya membubarkan diri dengan aman dan tertib.
(RH)





Apa komentar anda ?