Kota Jayapura, Nokenlive.com – Sembilan Tahun sudah Pemerintah provinsi Papua, menggelontorkan dana dalam bidang pendidikan khusus buat beasiswa, namun terkesan tidak memenuhi sasaran dikarenakan tidak memiliki sistem pengelolaan data yang baku.
Sehingga Biro Otsus Papua melakukan diskusi yang melibatkan badan pengembangan sumber daya manusia (BPSDM) Papua dan Pusat Kajian dan Pendidikan Dan Pelatihan Aparatur Lembaga Administrasi Negara PKP2A LAN Makassar, Melakukan Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Horizon Jayapura, (26/11/18).
FGD ini membahas dua agenda penting yaitu, Formulasi Sistem Pengelolaan Beasiswa Dalam Pengembangan Talenta Papua dan Rencana induk pengembangan Sumber Daya Manusia Asli Papua.
Formulasi ini disusun karena, kurang lebih sembilan tahun pengelolaan beasiswa di pemerintahan provinsi Papua, banyak mengalami kendala dan permasalahan dikarenakan pemerintah tidak mempunyai rencana induk pendidikan.
Selain itu, pemerintah juga tidak mempunyai sistem pengelolaan data beasiswa sebagai turunan rencana induk pengembangan.
Sehingga Pemerintah dalam hal ini Biro Otsus Papua, mempersiapkan formulasinya untuk diproses dan dapat digunakan di tahun 2019.
Sedangkan Rencana induk pengembangan SDM asli Papua, meliputi perencanaan kebutuhan, perekrutan, monitoring dan evaluasi, penetapan lokasi studi sampai pada hasil yang diharapkan.
“Ini sangat penting karena untuk memberi penguatan dan pembobotan terhadap apa yang kita tulis kemudian nanti dilaksanakan sehingga lebih maksimal dalam pelaksanaannya’’, Ungkap Aryoko Rumaropen selaku Kepala Biro Otsus.
Dr. Basir Rohromana akademisi Uncen sangat menyambut baik, forum diskusi ini.
Selain itu, dalam forum ini juga dibahas tentang pengiriman mahasiswa untuk study ke luar negeri. dirinya menganggap bahwa universitas yang ada di Papua juga, sudah memenuhi standart dan sudah terakreditasi.
’’Itu tadi yang dalam subsistim pertama itu ada sistim perancanaan kebutuhan, jadi memang perencanaan kebutuhan. jadi dalam perencanaan kebutuhan bukan hanya sekedar kita merinci bahwa kita butuh sarjana apa saja, tidak. tetapi sekaligus kita melokalisir. Artinya kalau ada jurusan-jurusan yang di Papua ini cukup qualified, cukup baik, akreditas cukup baik dan itu sesuai kebutuhan daerah, kenapa harus kita buang-buang biaya untuk study keluar??? satu orang di kirim ke luar negeri, sama saja kita membiayai enam puluh orang yang sekolah di Papua. itu harus dipikirkan memang dari segi pembiayaan, dari segi waktu, dan dari segi kepastian itu belum tentu’’ Tegas Basir.
Fokus beasiswa ini menggunakan dana Otsus bagi siswa SMA, mahasiswa S1, S2 dan S3 dan kepada mahasiswa non gelar seperti training pilot yang dikhususkan bagi Orang Asli Papua. Forum ini melibatkan pemerintah, akademisi dan pemerhati dan lembaga pendidikan.
(Lisa.R)





Apa komentar anda ?