Jayapura, Nokenlive.com,- Nilai impor Papua dari tujuh negara utama pada Juli 2018 tercatat sebesar US$ 23,71 juta atau menurun 64,61 persen dibandingkan nilai pada Juni 2018 yang sebesar US$ 66,98 juta. Impor dari negara lainnya mengalami peningkatan sebesar 117,04 persen atau senilai US$ 2,54 juta.
Sementara terdapat tiga negara pemasok barang terbesar ke Papua pada Juli 2018, yakni Australia dengan impor senilai US$ 13,62 juta (47,92 persen), Singapura US$ 9,89 juta (34,81 persen), dan Amerika Serikat US$ 0,15 juta (0,52 persen).
Hal ini diungkapkan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Papua, Simon Sapary, dalam rilis pertengahan bulan, Sabtu (18/08/2018).
Total impor kumulatif Papua pada periode Januari-Juli 2018 senilai US$ 293,05 juta atau meningkat 11,12 persen bila dibandingkan total impor kumulatif pada periode Januari-Juli 2017 yang senilai US$ 263,73 juta.
Sementara Neraca perdagangan Papua pada Juli 2018 mengalami surplus sebesar US$ 302,50 juta. Secara kumulatif, neraca perdagangan Papua pada Januari-Juli 2018 juga mengalami surplus sebesar US$ 2.317,25 juta.
“Golongan barang non migas utama yang mengalami penurunan nilai impor terbesar adalah golongan barang-barang dari Besi dan Baja sebesar US$ 15,54 juta, Mesin-mesin / Pesawat Mekanik sebesar US$ 5,07 juta, Karet dan Barang dari Karet sebesar US$ 3,26 juta,” ungkapnya.
Selain itu, nilai impor golongan non migas lainnya juga mengalami penurunan sebesar 12,95 persen atau berkurang senilai US$ 0,57 juta. Secara kumulatif, total nilai impor 10 golongan non migas utama pada periode Januari Juli 2018 mengalami penurunan sebesar 0,40 persen, yaitu dari US$ 168,93 juta menjadi US$ 168,25 juta.
“Penurunan tersebut didorong oleh berkurangnya nilai impor golongan Mesin / Peralatan listrik sebesar US$ 25,05 juta atau turun 63,08 persen, dan juga golongan Mesin-mesin / Pesawat Mekanik sebesar US$ 11,39 juta atau turun 17,30 persen,” jelasnya.
Ditambahkan, total nilai impor kumulatif golongan non migas lainnya naik sebesar 6,79 persen atau bertambah US$ 1,63 juta. Impor 10 golongan non migas utama memberikan andil 91,24 persen terhadap total impor kumulatif Januari-Juli 2018. [Djaps]





Apa komentar anda ?