Sentani, Nokenlive – Bupati Kabupaten Jayapura, Mathias Awoitauw secara resmi melaunching Sangar Seni NDS (Napas Danau Sentani) sebagai tanda kebangkitan budaya Sentani.
Launching tersebut mengambil lokasi di Kampung Yokiwa Distrik Sentani Timur, Selasa (8/8/2017) dan di tandai dengan penabuham tifa oleh Bupati serta diikuti peletakan batu pertama, oleh perwakilan Gereja, dan Ondoafi Daud Awoitauw.
Bupati dalam arahannya mengatakan, kebangkitan adat harus dilengkapi dengan atribut adat dan menjadi cermin budaya yang harus terus didorong karena membicarakan jati diri orang asli Papua.
“Ini (sanggar tari) sebagai wujud kebangkitan seni dan tarian yang ada di kampung,” tandasnya.
Bupati juga menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para orang tua dan masyarakat yang sudah melestarikan budaya sebagai kebanggaan bersama.
“Apa yang suda dilestarikan itu perlu ditata lagi sehingga memiliki nilai, mengangkat harga diri dan memiliki nilai komersial sehingga bisa dilihat dan tonton olah masyarakat luas,” tukasnya.
Kesempatan yang sama, Pembina sangar Seni Jhon Madouw menambahkan, perkembangan sangar seni ini merupakan potensi yang harus diperhatikan bukan saja adat dan Pemerintah Kampung tapi juga pemerintah.
“Terutama lewat Dinas Pariwisata perlu ada pembinaan selanjutnya dengan pelatihan lokakarya agar mereka dapat dimampukan, sehingga mereka dapat membangun sanggarnya di kampung masing – masing,” paparnya di Kampung Yokiwa, Diatrik Sentani Timur, Selasa, (8/8).
Ia mengatakan alasan dipilihnya nama sanggar tari Napas Danau Sentani karena lewat tempat ini Danau Sentani mengeluarkan nafas, keluarnya air danau lewat kali di Kampung Yokiwa tersebut.
“Sehingga perlu adanya manajemen dalam merencanakan dan pengorganisasian guna mengembangkan sanggar-sanggar tari ini kedepan,” tukasnya.
(Let)





Apa komentar anda ?