Yahukimo, Nokenlive.com– Bertepatan dengan peringatan HUT ke 164 tahun Pekabaran Injil di Tanah Papua,dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan gereja GKI Bethel JemaatTelambela, oleh wakil Sekertaris Klasis Yalimo Anggruk Kab Yahukimo Yustel Kabak.
Hadir pada acara peletakan batu batu pertama pembangunan Gereja GKI Bethel Jemaat Telambela ini, yaitu mantan kepala RS Effata GKI Anggruk Ruben Suhuneap,Amk. ,Kepala Kominfo kab Yahukimo Yahik Suhuniap, kedua anak putra daerah kampung Telambela.
Wakil sekretaris klasis GKI Yalimo Anggruk Yustel Kabak pada acara peletakan batu pertama pembangunan Gereja GKI Jemaat Telambela mengatakan bahwa Gereja Betel merupakan Gereja GKI mula-mula di wilayah suku Mek, yang pertama dibangun pada tahun 1969, dan dari Gereja ini telah mengutus beberapa Penatua ke wilayah Anggruk yang setelah itu bersama para misionaris masuk ke daerah Kosarek, yang saat ini telah menjadi Distrik Kosarek dikabupaten Yahukimo, selain itu para pelayan Tuhan dari daerah tersebut juga membuka tempat penginjil baru yaitu Pos GKI Gilika Kabupaten Yalimo.
Pembangunan Gereja GKI Bethel Jemaat Telambela ini dilaksanakan secara swadaya oleh masyarakat kampung Telambela dan sumbangan dari bapak Ruben suhuniap sebagai ASN pertama dari kampung Telambela, dan sumbangan dari bapak Yahik suhuniap yang juga sebagai anak dari kampung Telambela, belum ada bantuan dari Pemda kab Yahukimo,sehingga besar harapan dari masyarakat kampung Telambela bisa mendapat bantuan dari pemerintah daerah kabupaten Yahukimo.
Merupakan sebuah pergumulan warga jemaat GKI Bethel Telambela untuk membangun sebuah gedung gereja yang permanen, sehingga melalui swadaya masyarakat kampung Telambelabisa dilaksanakan peletakan batu pertama ini.
Sebagai ASN dari kampung Telambela Bapak Ruben Suhuniap dan Yahik Suhuniap menyisihkan berkat dari penghasilannya dan disumbangkan untuk membangun gereja ini, dan hingga sampai tahap peletakan batu pertama ini telah menghabiskan biaya sebesar 750 juta rupiah. Panitia pembangunan sendiri menargetkan hingga selesai pembangunan gedung gereja ini akan membutuhkan dana sebesar 2 milyar, karena semua bahan bangunan diangkutan mengunakan pesawat dari Sentani ke Wenput, dengan biaya satu kali angkut hingga mencapai 30 juta rupiah.
Untuk diketahui bahwa diWenput terdapat 8 kampung salah satu yaitu kampung Telambela,dan terkait dengan angkutan 8 flait untuk mengakut bahan2 bangunan gereja berupa pintu gereja dan jendela, termasuk meja ruang pastori yang semuanya dibuat di Sentani dan diangkat dengan menggunakan pesawat,semua barang tersebut telah berada di Wenput (Telambela). –
(Red)










Apa komentar anda ?