Sentani, Nokenlive.com – Yayasan Noken Papua (Yakenpa) yang bergerak di bidang pendidikan dan kesehatan menggelar sebuah pelatihan bertajuk ‘Program Partisipasi Remaja’ di Hotel Grand Alison, Sentani, Kabupatem Jayapura, Kamis (06/12/2018).
Ketua Yakenpa, Nani Uji Pundu, mengatakan tujuan dari kegiatan yang dilaksanakan ini adalah agar para remaja di Papua juga dapat bersuara dan menyampaikan aspirasi dan pendapatnya di hadapan public.
“Kita sudah memulai kegiatan ini dari kampung-kampung, tujuannya agar para remaja di Papua ini bisa ikut juga bisa ikut dalam berbagai kegiatan seperti musrembang dan menyuarakan apa yang bisa mereka lakukan di kampung” kata Nani.
Dalam kegiatan yang dilaksanakan ini rupanya Yakenpa tidak berjalan sendiri melainkan juga mendapatkan dukungan dari dari sejumlah pihak terkait, mulai dari dinas terkait, perwakilan remaja, pemuda agama dan Unicef Indonesia.
Sementara itu trainer program partisipasi remaja, Saskia Raisa Putri Moestadjab, mengakatakan untuk bahan pelatihan pihaknya menggunakan modul yang dikembangkan oleh Univesity of Melbourne di Autralia yang di fokuskan untuk pengembangan remaja.
“Walaupun bahan yang kita gunakan ini dari sana (Australia) tapi ini sudah jauh diadaptasi di Indonesia dan ini sudah masuk tahun ke lima bersama dengan Unicef dan banyak mitra local yang sudah mengimplementasikan ini” kata Saskia.
Dikatakannya, kegiatan ini merupakan yang kedua kalinya dilaksanakan di Papua yang sebelumya pernah dilaksanakan di Jayapura pada tahun 2013 lalu.
Dijelaskannya, dalam kegiatan tersebut pihaknya memberikan banyak penjelasan kepada para remaja dan di bahas bersama baik itu dari HIV, pendidikan, ketenagakerjaan dan lain sebagainya.
“Soal itu mungkin mereka bisa mendapatnya dari mansa saja, tapi dalam pelatihan ini kita mencoba untuk melibatkan para remaja ini secara aktif agar mereka tidak hanya duduk diam seperti hiasan saja tetapi disini kita mengajarkan bagaimana caranya agar para para remaja ini bisa bekerja sama dengan berbagai pihak sebagai partner yang seimbang” tukasnya.
Selain mengajarkan remaja untuk lebih aktif, pihaknya juga memberikan pemahaman kepada orang dewasa agar lebih paham dan mengerti tentang bagaimana isu remaja yang kompleks.
Dikatakannya lagi, tujuan dari pelatihan yang diberikan ini adalah agar orang dewasa yang bergerak di bidang terkait seperti dinas pendidikan, kesehatan, BNN, BKKBN, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar lebih paham lagi caranya bekerja dengan remaja.
“Kadang mereka ini ada di dinas dan isu untuk remaja tapi sebenarnya cara bekerja dengan remaja itu mereka nggak tahu jadi pelatihan ini untuk mengajarkan itu bagaimana caranya mengadvokasi suara remaja” tambahnya.
Dirinya juga mengatakan bahwa apa yang menjadi kebijakan pemerintah tidak bisa dijadikan tolak ukur dari pelatihan ini.
“Tolak ukur kami adalah dari pelatihan kami sebelumnya dan itu sudah berhasil, kita nggak bisa ngikutin apa yang sudah menjadi kebijakan pemerintah karena kami punya standar sendiri” ungkap Saskia. (Rie)





Apa komentar anda ?