JAYAPURA, Nokenlive.com — Badan Perencanaan Pembangunan dan Riset Daerah (Bapperida) Kota Jayapura menyelenggarakan kegiatan Monitoring Meja Triwulan III Tahun 2026 untuk mengevaluasi capaian program dan kegiatan organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura.
Kegiatan tersebut dihadiri Wali Kota Jayapura Abisai Rollo bersama Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru. Kegiatan berlangsung di Aula Sian Soor, Kantor Wali Kota Jayapura, Rabu (28/10/2026) pagi.
Wali Kota Jayapura Abisai Rollo menegaskan bahwa setiap program dan kegiatan yang dianggarkan oleh OPD harus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan daerah sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Jayapura.

“Saya ingatkan lagi, khusus pengelola Dana Otsus harus betul-betul menyentuh masyarakat kita, Orang Asli Papua, juga Port Numbay di Kota Jayapura,” ujarnya.
Selain itu, Abisai menyampaikan bahwa pada 2027 terdapat dua program prioritas yang menjadi perhatian Pemerintah Kota Jayapura, yakni pembangunan Pasar Youtefa yang lebih baik dan pembangunan alun-alun kota yang direncanakan berlokasi di Holtekamp, Distrik Muara Tami, Kota Jayapura.
Ia juga meminta seluruh OPD, kelurahan, dan puskesmas mempercepat pelaksanaan program dan kegiatan agar realisasi fisik dan keuangan dapat diselesaikan tepat waktu, dengan batas akhir yang ditetapkan pada 15 Desember 2026.
Abisai menegaskan bahwa seluruh program dan kegiatan tersebut harus selaras dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura untuk periode kepemimpinan 2025–2030.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura Rustan Saru menyampaikan bahwa hingga evaluasi Triwulan III 2026, realisasi fisik tercatat sebesar 83 persen, sedangkan realisasi keuangan baru mencapai 54,8 persen.
“Ini ada kesenjangan sebesar 28,13 persen antara fisik dan keuangan,” tegasnya.
Menurut Rustan, kesenjangan tersebut tidak sekadar menunjukkan perbedaan angka capaian, tetapi juga menjadi perhatian terhadap proses administrasi dan pelaporan di lingkungan pemerintahan daerah.
“Ini bukan soal angka di atas kertas, melainkan cerminan lambannya birokrasi kita dari sisi pelaporan secara administrasi di setiap OPD, baik dinas maupun badan hingga kelurahan dan puskesmas,” ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bappeda Kota Jayapura Robby Kefas Awi menjelaskan bahwa Monitoring Meja Triwulan III merupakan kegiatan evaluasi terhadap pelaksanaan program dan kegiatan seluruh OPD, termasuk dinas, badan, kelurahan, distrik, puskesmas, dan rumah sakit di Kota Jayapura.
Ia menyebutkan bahwa pada 2026 terdapat 216 program, 334 kegiatan, dan 1.081 subkegiatan yang dilaksanakan Pemerintah Kota Jayapura.
“Untuk tahun 2026 ada 216 program, 334 kegiatan, dan 1.081 subkegiatan dengan alokasi anggarannya sebesar Rp668.259.477. Sedangkan untuk Dana Otsus Kota Jayapura sebesar Rp107.237.190,” lanjutnya.
Robby menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan monitoring yang dipimpin langsung oleh Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura.
“Kami bersyukur dalam kegiatan Monitoring Meja Triwulan III dipimpin oleh Wali Kota Jayapura dan Wakil Wali Kota Jayapura,” ucapnya.
Berdasarkan hasil evaluasi, terdapat 14 OPD yang realisasi fisik dan keuangannya masih di bawah 75 persen. Sementara itu, OPD lainnya telah melaporkan capaian realisasi fisik dan keuangan di atas 75 persen.

Melalui kegiatan tersebut, seluruh peserta diharapkan mengikuti proses monitoring hingga selesai. Evaluasi ini dinilai penting untuk mengukur capaian kinerja setiap OPD di lingkungan Pemerintah Kota Jayapura sepanjang 2026.
Selain itu, monitoring dilakukan untuk melihat keselarasan program dan kegiatan masing-masing OPD dengan visi dan misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Jayapura, serta kesesuaiannya dengan rencana strategis dan rencana kerja tahunan setiap perangkat daerah.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?