JAYAPURA, nokenlive.com — Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Yalimo, Elia Yare, S.Sos., M.SM., menyatakan kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, hingga saat ini dalam keadaan aman dan kondusif.
Hal tersebut disampaikan Elia Yare seusai mengikuti penutupan Rapat Paripurna Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Yalimo Tahun Anggaran 2026 yang digelar di Kota Jayapura, Rabu (30/9/2026).
Elia mengatakan kondisi keamanan yang kondusif merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung kelancaran pembangunan daerah. Karena itu, ia meminta pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat komunikasi dan koordinasi apabila terdapat kendala dalam pelaksanaan program pembangunan.
“Kalau keamanan, saya rasa sejauh ini aman. Untuk pembangunan, saya rasa perlu keseriusan pemerintah daerah dan komunikasi. Kalau ada halangan atau persoalan, tinggal komunikasi, koordinasi perlu ditingkatkan,” ujar Elia.
Menurutnya, Kabupaten Yalimo memiliki posisi strategis dalam mendukung kelancaran distribusi barang dan kebutuhan masyarakat di kawasan Papua Pegunungan. Karena itu, keamanan dan kelancaran akses transportasi di wilayah tersebut perlu terus dijaga.
“Kami berharap kondisi Yalimo hari ini dan ke depan tetap aman dan baik, karena Yalimo ini harus mengawasi urat nadi Papua Pegunungan,” katanya.
Elia menjelaskan, apabila akses jalan di Yalimo terganggu atau terputus, dampaknya dapat dirasakan masyarakat melalui kenaikan harga kebutuhan pokok maupun material pembangunan.
Ia mencontohkan, harga semen di Wamena yang saat ini disebut berada di kisaran Rp400 ribu per sak dapat mengalami kenaikan signifikan apabila akses distribusi terganggu.
“Kalau jalan di Yalimo diputus, harga sembako, bahan pokok, dan bahan bangunan akan naik. Kalau sekarang di Wamena harga semen sekitar Rp400 ribu per sak, ketika jalan ditutup harganya bisa melonjak hingga sekitar Rp700 ribu per sak,” jelasnya.
Karena itu, Elia mengajak seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) untuk bersama-sama menjaga keamanan dan stabilitas wilayah melalui komunikasi serta koordinasi yang berkelanjutan.
“Kita semua punya tanggung jawab. Koordinasi melalui Forkopimda daerah harus terus dilakukan. Saya berharap ke depan kita tidak perlu menduga-duga sesuatu akan terjadi, tetapi melihat bahwa sejauh ini kondisi yang kita lewati aman,” tuturnya.
Elia menegaskan, DPRK Yalimo berharap situasi keamanan yang kondusif dapat terus dipertahankan sehingga pembangunan dan aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik. (Redaksi DA)





Apa komentar anda ?