NABIRE, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Tengah menyiapkan pembangunan tujuh asrama pelajar sebagai bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat sumber daya manusia (SDM) di Papua Tengah hingga 20 tahun ke depan.
Pembangunan tujuh asrama tersebut dilakukan secara bertahap. Sebanyak empat asrama telah dianggarkan melalui APBD Induk 2026, masing-masing di Kabupaten Paniai, Intan Jaya, Puncak dan Puncak Jaya.
Sementara itu, tiga pembangunan asrama lainnya kembali dialokasikan dalam APBD Perubahan 2026, yakni di Kabupaten Dogiyai, Deiyai dan Nabire.
Juru Bicara Gubernur Papua Tengah, Emanuel Youw, mengatakan kebijakan tersebut tidak semata-mata diarahkan untuk menyediakan tempat tinggal bagi pelajar, tetapi menjadi bagian dari upaya pemerintah membangun pusat-pusat pertumbuhan SDM di tujuh wilayah.
Menurutnya, keberadaan asrama akan memberikan kesempatan lebih besar bagi anak-anak dari kampung dan wilayah yang jauh untuk melanjutkan pendidikan.
“Tujuh lumbung SDM untuk 20 tahun ke depan,” demikian arah kebijakan pembangunan asrama pelajar tersebut.
Selain menjadi tempat tinggal, asrama diharapkan dapat memberikan dukungan terhadap kebutuhan gizi dan kesehatan siswa. Lingkungan asrama juga diharapkan menjadi ruang yang aman bagi pelajar sekaligus tempat membangun karakter dan hubungan sosial antarsiswa dari berbagai latar belakang.
Kebijakan pembangunan tujuh asrama ini mendapat dukungan DPR Papua Tengah dalam penetapan Raperdasi Perubahan APBD 2026.
Gubernur Papua Tengah menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan seluruh anggota DPR Papua Tengah atas dukungan serta persetujuan terhadap perubahan APBD tersebut.
Emanuel menegaskan, pembangunan Papua Tengah membutuhkan proses dan kerja bersama dari berbagai pihak.
“Membangun Papua Tengah dari berbagai sisi tidak semudah membalikkan telapak tangan. Akan tetapi, jika kita menyatukan perbedaan menjadi satu kesatuan yang utuh, maka kita pasti bisa meletakkan fondasi pembangunan Papua Tengah ke depan yang lebih kuat,” ujarnya.
Pembangunan asrama pelajar tersebut diharapkan menjadi salah satu fondasi investasi pendidikan Papua Tengah, sehingga anak-anak dari berbagai daerah memiliki akses yang lebih baik untuk belajar, berkembang dan mempersiapkan diri menjadi generasi penerus pembangunan di masa mendatang.
(Rilis JUBIR/Redaksi)







Apa komentar anda ?