JAYAPURA, nokenlive.com – Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (PP KKST) menggelar acara pelantikan dan pengukuhan Pengurus Ikatan Wanita Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara (IWKKST) Provinsi Papua masa bakti 2026–2031. Kegiatan tersebut berlangsung di Jayapura, Sabtu (22/8/2026).
Turut hadir Wakil Ketua Pengurus Pusat KKST, Dr. H. Hasmi, M.M., yang sekaligus melantik pengurus baru IWKKST Provinsi Papua.
Setelah pelantikan dan pengukuhan pengurus wilayah IWKKST, acara dilanjutkan dengan pembacaan naskah pelantikan serta penandatanganan berita acara pelantikan oleh Pengurus Pusat Ikatan Wanita Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara.

Dalam sambutannya yang mewakili Ketua Umum PP KKST, Dr. H. Hasmi selaku Wakil Ketua PP KKST mengatakan bahwa pelantikan pengurus IWKKST Provinsi Papua merupakan salah satu pelantikan paling awal di Provinsi Papua.
“Ibaratnya, ini adalah matahari terbit. Matahari terbit akan menginspirasi Bapak-Ibu sekalian, khususnya Ibu Ketua dan seluruh pengurus yang baru saja dilantik oleh Pengurus Pusat KKST,” ujarnya.
Lanjutnya, atas nama Pengurus Pusat KKST, ia menyampaikan selamat kepada pengurus yang baru dilantik dalam menjalankan amanah organisasi.
“Kepemimpinan adalah amanah, bukan sekadar jabatan. Oleh karena itu, mari kita bekerja dengan hati, membangun komunikasi yang baik, merangkul seluruh anggota, serta menghindari hal-hal yang dapat memecah persatuan. Jika ada perbedaan pendapat, mari kita selesaikan dengan musyawarah. Jika ada kekurangan, mari kita sempurnakan bersama. Jika ada keberhasilan, mari kita syukuri dan jadikan sebagai keberhasilan bersama,” katanya.
Menurutnya, kekuatan KKST bukan terletak pada siapa yang paling tinggi kedudukannya, termasuk dalam IWKKST, tetapi pada seberapa kuat seluruh anggota menjaga persaudaraan.
“Kekuatan KKST bukan terletak pada siapa yang paling tinggi, tetapi pada seberapa kuat kita menjaga persaudaraan,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Jayapura, Rustan Saru, menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada pengurus IWKKST Provinsi Papua yang baru dilantik. Ia berharap pelantikan tersebut menjadi langkah awal untuk mencanangkan berbagai program kerja selama lima tahun ke depan.

“Selalu bangun komunikasi dan kemitraan dengan pemerintah daerah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota yang ada,” ujar Rustan Saru ketika diwawancarai awak media, Sabtu (22/8/2026).
Ia juga mengingatkan agar organisasi tetap berpegang pada falsafah, “di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung”.
“Artinya, di mana kita berada, di situlah kita bekerja untuk daerah tersebut dan turut membangunnya, tanpa melupakan daerah asal dari mana kita datang,” pintanya.
Menurut Rustan, organisasi tersebut harus menjadi wadah yang mampu menciptakan ketenangan dan membangun kolaborasi dengan organisasi lainnya. IWKKST juga diharapkan mampu melaksanakan berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan yang memberikan dampak positif di berbagai bidang, baik ekonomi, sosial, maupun budaya, melalui inovasi dan kreativitas pengurus wanita Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara di Provinsi Papua, khususnya di Kota Jayapura.
Di tempat yang sama, Ketua IWKKST Provinsi Papua terpilih, Sadaria, S.Sos., M.Kp., mengatakan bahwa setelah terpilih dan dilantik, kepengurusan periode 2026–2031 harus mampu mengikuti perkembangan zaman, beradaptasi terhadap berbagai perubahan, serta memberikan ruang bagi seluruh anggota untuk berkembang sesuai dengan potensi yang dimiliki.
“Kepengurusan periode 2026–2031 akan mengusung semangat bersatu dalam persaudaraan, berkarya dalam ketulusan, dan mengabdi untuk Papua serta Sulawesi Tenggara,” katanya.
Ia menjelaskan, semangat tersebut akan diwujudkan melalui beberapa program prioritas.
Pertama, memperkuat silaturahmi dan persatuan seluruh perempuan Sulawesi Tenggara yang berada di Provinsi Papua.
Kedua, meningkatkan kapasitas anggota melalui pelatihan, pendidikan, dan pengembangan keterampilan.
Ketiga, melaksanakan kegiatan sosial dan kemanusiaan di bidang kesehatan, pendidikan, pemberdayaan perempuan, perlindungan anak, dan keluarga berencana.
Keempat, melestarikan nilai-nilai budaya Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.
Kelima, membangun sinergi dengan Pemerintah Provinsi Papua, pemerintah kabupaten dan kota, Tim Penggerak PKK, organisasi perempuan, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh pemangku kepentingan.
Keenam, mendorong generasi muda perempuan untuk menjadi pribadi yang berkarakter, berpendidikan, mandiri, dan berdaya saing.
“Sebagai ketua, saya menyadari bahwa organisasi sebesar ini tidak mungkin dibangun oleh seorang ketua saja. Organisasi akan menjadi kuat apabila seluruh pengurus bekerja dengan semangat gotong royong, saling menghargai, saling mendukung, serta menjunjung tinggi nilai kekeluargaan,” ujarnya.
Oleh karena itu, ia mengajak seluruh pengurus dan anggota untuk meninggalkan ego pribadi maupun kelompok.

“Marilah kita satukan langkah, satukan hati, dan satukan tekad untuk menjadikan Ikatan Wanita Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara di Provinsi Papua sebagai organisasi yang aktif, profesional, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ajaknya.
Ia juga mengajak seluruh anggota untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan. Keberagaman profesi, usia, pengalaman, dan latar belakang hendaknya menjadi modal untuk saling melengkapi, bukan menjadi penghalang dalam membangun organisasi.
“Kepada Pemerintah Provinsi Papua, Tim Penggerak PKK di kabupaten dan kota di Provinsi Papua, Kerukunan Keluarga Sulawesi Tenggara, serta seluruh mitra kerja, kami memohon arahan, dukungan, dan kerja sama agar organisasi ini dapat terus berkembang dan berkontribusi dalam mendukung program-program pembangunan, khususnya di bidang pemberdayaan perempuan, pendidikan, sosial, dan pelestarian budaya,” katanya.
“Marilah kita bersama-sama membangun organisasi ini dengan hati yang tulus, niat yang baik, serta semangat pengabdian. Semoga Allah Subhanahu wa Ta’ala, Tuhan Yang Maha Esa, senantiasa memberikan petunjuk, kekuatan, kesehatan, dan keberkahan kepada kita semua dalam menjalankan amanah ini,” lanjutnya.
“Bersama dalam persaudaraan, bergerak dalam kebersamaan, berkarya untuk kemajuan, dan mengabdi untuk Papua dan Indonesia, terkhusus masyarakat Sulawesi Tenggara,” pungkas Sadaria.
Acara pelantikan dan pengukuhan IWKKST Provinsi Papua tersebut turut dimeriahkan dengan penampilan Tari Katumbu, tarian khas Pulau Muna, Sulawesi Tenggara.
(Melviandres P. – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?