NABIRE, nokenlive.com – Kabut asap tebal akibat kebakaran lahan yang menyelimuti Kabupaten Nabire, Papua Tengah, mulai berdampak serius terhadap aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire.
Pelaksana Tugas Kepala Kantor UPBU Douw Aturure Nabire, Allrido Simandjuntak, mengatakan pihaknya terpaksa menutup operasional bandara pada Jumat sore sekitar pukul 15.30 WIT.
Penutupan dilakukan setelah kondisi asap dinilai telah mengganggu jarak pandang dan membahayakan keselamatan penerbangan.
“Sekitar jam setengah empat sore kami terpaksa harus menutup bandara karena asap sudah mengganggu operasional dan membahayakan penerbangan,” ujar Allrido kepada NokenLive.com melalui sambungan telepon.
Menurutnya, keputusan tersebut diambil setelah berkoordinasi dengan pihak terkait, termasuk otoritas bandara dan AirNav Indonesia.
Akibat penutupan tersebut, sedikitnya enam penerbangan terdampak. Sejumlah penerbangan harus dibatalkan, termasuk penerbangan AirNav dari Nabire menuju Makassar serta penerbangan Wings Air dari Timika menuju Nabire.
Kondisi kebakaran bahkan mulai mendekati kawasan bandara. Api telah merambat hingga bagian shoulder atau area berumput di sisi landasan pacu.
“Teman-teman dari unit pemadam kebakaran bandara masih bolak-balik dengan mobil untuk menyemprot. Kami mengerahkan dua armada sampai malam ini,” katanya.
Allrido menyebutkan, salah satu kendala utama dalam proses pemadaman adalah angin yang cukup kencang sehingga mempercepat penyebaran api.
Ia mengatakan operasional Bandara Douw Aturure Nabire akan dievaluasi kembali pada Sabtu pagi. Jika kondisi asap membaik dan jarak pandang dinilai aman, penerbangan dapat kembali dibuka.
Pihak UPBU Douw Aturure Nabire juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di sekitar kawasan bandara, karena dapat mengancam keselamatan penerbangan.
“Kami mengimbau masyarakat Nabire untuk tidak membakar lahan di sekitar area bandara. Keselamatan penerbangan menjadi perhatian kita bersama,” tegas Allrido.
Sementara itu, kepada calon penumpang yang penerbangannya terdampak, pihak bandara menyampaikan permohonan maaf dan meminta penumpang mengikuti informasi terbaru terkait kondisi penerbangan pada Sabtu pagi.
Pihak bandara berharap kondisi asap segera berkurang sehingga aktivitas penerbangan dapat kembali normal dan para penumpang dapat melanjutkan perjalanan ke daerah tujuan masing-masing.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)







Apa komentar anda ?