NABIRE, Nokenlive.com – Kabut asap tebal menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Jumat (21/8/2026). Kondisi tersebut diduga berasal dari kebakaran lahan dan hutan yang terjadi di beberapa titik.
Asap tebal turut mengganggu aktivitas penerbangan di Bandar Udara Douw Aturure Nabire. Sejumlah penumpang mengaku penerbangan mereka mengalami keterlambatan akibat kondisi jarak pandang yang terganggu.
Salah seorang penumpang pesawat rute Nabire–Makassar–Jakarta mengatakan, penerbangannya mengalami keterlambatan sekitar satu setengah jam. Hingga saat itu, penumpang belum mendapatkan kepastian mengenai waktu keberangkatan.
“Ini sudah satu jam setengah delay-nya. Tidak tahu sampai kapan karena belum ada kejelasan. Kondisi di bandara saat ini asapnya tebal,” ujarnya kepada Nokenlive.com.
Menurutnya, tebalnya asap membuat jarak pandang di sekitar bandara menjadi terbatas. Ia berharap pemerintah segera mengambil langkah untuk menangani kebakaran lahan yang menjadi sumber asap.
“Untuk jarak pandang saja kita tidak bisa melihat dengan jelas. Karena kebakaran hutan, mau bagaimana lagi. Harapannya pemerintah bisa memberikan solusi atas kebakaran yang terjadi,” katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Papua Tengah, Jarius Agimbau, membenarkan adanya kebakaran lahan di sejumlah lokasi di Nabire.
Jarius mengatakan, BPBD telah melakukan pemadaman di beberapa titik, salah satunya di kawasan Kaladiri, tepatnya di belakang Kantor Pusat Pemerintahan Papua Tengah yang sedang dibangun.
“Di Kaladiri, di belakang Kantor Pusat Pemerintahan yang sedang dibangun, ada lahan terbakar. Kemarin kami sudah turun melakukan pemadaman,” kata Jarius kepada Nokenlive.com melalui sambungan telepon, Jumat (21/8/2026).
Selain Kaladiri, kebakaran juga dilaporkan terjadi di kawasan Sanobah dan sejumlah titik lainnya. Petugas kembali dikerahkan untuk memadamkan api di lokasi yang masih terbakar.
Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala keterbatasan armada. Jarius menyebut sejumlah kendaraan pemadam juga mengalami kerusakan sehingga penanganan kebakaran tidak dapat dilakukan secara bersamaan di seluruh lokasi.
“Kami punya tenaga, tetapi armada masih kurang. Karena itu, dalam satu hari kami tidak bisa menjangkau semua tempat atau titik kebakaran,” ujarnya.
Kondisi kabut asap yang masih menyelimuti sejumlah wilayah Nabire menjadi perhatian, terutama karena berdampak pada aktivitas masyarakat dan operasional penerbangan di Bandar Udara Douw Aturure.
REDAKSI







Apa komentar anda ?