SENTANI, nokenlive.com – Bupati Jayapura, Yunus Wonda, mengajak masyarakat di daerahnya menghentikan penyebaran informasi yang belum terverifikasi terkait dugaan keracunan massal usai Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Distrik Depapre, Kabupaten Jayapura, Papua.
Menurut Yunus, di tengah upaya pemerintah dan tenaga kesehatan menangani para pasien, masyarakat diharapkan tidak memperkeruh keadaan dengan membangun opini atau narasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.
“Saya harap untuk semua media, apalagi yang bermain di media sosial, stop menyebarkan narasi yang tidak benar. Kalau tidak bisa membantu menangani persoalan ini, lebih baik mendoakan agar semua pasien cepat sembuh,” kata Yunus saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUD Yowari, Sentani, Rabu 5 Agustus 2026 sore.
Ia mengatakan sejak menerima laporan kejadian, pemerintah daerah bersama tenaga kesehatan, TNI, Polri, dan berbagai pihak telah bekerja tanpa henti untuk memberikan pelayanan kepada seluruh pasien yang menjalani perawatan.
Menurut dia, perhatian masyarakat seharusnya diarahkan pada dukungan moral bagi anak-anak dan keluarga yang sedang menghadapi musibah, bukan justru menyebarkan informasi yang dapat menimbulkan kepanikan maupun keresahan di tengah masyarakat.
“Kita harus merasakan apa yang sedang dialami para orang tua. Ada yang dua anaknya dirawat, ada juga yang tiga anaknya sakit. Ini saatnya kita menunjukkan empati, bukan memperkeruh keadaan,” ujarnya.
Dia menegaskan pemerintah tidak menutup-nutupi perkembangan penanganan kasus tersebut. Seluruh informasi resmi akan disampaikan kepada publik sesuai perkembangan di lapangan dan hasil pemeriksaan dari pihak yang berwenang.
Yunus juga mengingatkan masyarakat agar tidak menggunakan media sosial untuk menyudutkan pemerintah kabupaten, pemerintah provinsi, maupun pemerintah pusat sebelum penyebab pasti kejadian diketahui.
“Hari ini yang harus menjadi fokus kita adalah menyelamatkan dan memulihkan seluruh pasien. Mari hentikan penyebaran hoaks dan bersama-sama menjaga situasi tetap kondusif sampai seluruh anak-anak kita pulih,” katanya.
Ia berharap seluruh elemen masyarakat dapat bergotong royong mendukung proses penanganan yang sedang berlangsung, sehingga para pasien segera sembuh dan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
(Agustina Estevani Janggo – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?