Kobakma, Nokenlive.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial memberikan pembimbingan sosial kepada keluarga penyandang disabilitas di Kabupaten Mamberamo Tengah, Jumat (10/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perlindungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Pembimbingan sosial tersebut bertujuan memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai hak dan kewajiban penerima bantuan sosial, memperkenalkan berbagai program bantuan dan layanan pemerintah, serta mendorong keluarga agar mampu merawat dan mendampingi anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus.
Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mengidentifikasi berbagai persoalan sosial di lapangan, memetakan kebutuhan masyarakat, serta memperkuat kolaborasi dalam penanggulangan kemiskinan dan keterlantaran. Hal tersebut sejalan dengan tugas Dinas Sosial dalam menyelenggarakan pelayanan dan penanganan masalah kesejahteraan sosial.
Dalam pembimbingan tersebut, narasumber dari Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Abiru Agustina Surabut menyampaikan materi mengenai perlindungan sosial, rehabilitasi sosial, pemberdayaan sosial, penanggulangan kemiskinan, hingga pengelolaan Taman Makam Pahlawan.

“Sasaran dari kegiatan bimbingan sosial adalah untuk keluarga penyandang disabilitas terlantar, anak terlantar dan anak yang membutuhkan perlindungan khusus, lanjut usia terlantar, gelandangan dan pengemis, masyarakat umum, dan tokoh masyarakat di Kabupaten Mamberamo Tengah,” kata Agustina Surabut
Agustina menjelaskan, berbagai program bantuan yang disiapkan Dinas Sosial meliputi bantuan pangan dan sandang, bantuan perumahan serta perbaikan rumah tidak layak huni, akses layanan kesehatan dan rehabilitasi bagi penyandang disabilitas, bantuan pendidikan dan pelatihan keterampilan, pendampingan sosial, bantuan modal usaha kecil, hingga bantuan administrasi dokumen kependudukan.
Sementara itu, Wakil Bupati Mamberamo Tengah, Itaman Tago, mengapresiasi penyelenggaraan kegiatan tersebut. Menurutnya, pembimbingan sosial merupakan bentuk nyata kepedulian Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dalam memperkuat perlindungan sosial, pemberdayaan, dan kesejahteraan masyarakat.
“Melalui kegiatan ini kita inginkan memberikan pemahaman, motivasi serta penguatan kepada keluarga agar mampu memberikan pengasuhan, perlindungan, dan pendampingan yang lebih baik kepada anggota keluarga yang membutuhkan perhatian khusus,” ujarnya.
Ia berharap seluruh peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut untuk menambah pengetahuan dan keterampilan sehingga mampu memperkuat fungsi keluarga serta meningkatkan kepedulian sosial di lingkungan masing-masing.
“Sehingga mampu meningkatkan kepedulian sosial, memperkuat fungsi keluarga serta berperan aktif dalam mencegah dan mengurangi berbagai permasalahan sosial di lingkungan masing-masing,” tambahnya.

Di kesempatan yang sama, Ketua Panitia Bimbingan Sosial, Ferdinand A. Lallo, berharap program tersebut tidak berhenti pada kegiatan kali ini. Ia mendorong Pemerintah Kabupaten Mamberamo Tengah mengalokasikan anggaran yang bersumber dari dana Otonomi Khusus (Otsus) agar jangkauan program semakin luas.
“Saya berharap ini bukan awal, tetapi ke depan kami akan usulkan agar pemerintah kabupaten bisa mengalokasikan dana yang bersumber dari Otonomi Khusus sehingga dapat menjangkau lebih banyak Orang Asli Papua (OAP) di lima distrik Kabupaten Mamberamo Tengah,” katanya.
Menurut Ferdinand, saat ini pembimbingan sosial baru menjangkau dua distrik, yakni Ilugua dan Kobakma. Ke depan, ia berharap seluruh lima distrik di Kabupaten Mamberamo Tengah dapat merasakan manfaat program tersebut.
“Jadi bimbingan sosial yang dilakukan ini bisa berdampak bagi masyarakat, khususnya yang sementara masih di dua distrik, Ilugua dan Kobakma. Ke depan kami berharap bisa menjangkau lima distrik. Saya berharap teman-teman yang mengikuti bimbingan sosial ini bisa mempraktikkan di lingkungan keluarga dan masyarakat,” ujarnya.
(Menas/Redaksi)





Apa komentar anda ?