JAYAPURA, Nokenlive.com – Tingginya minat siswa untuk melanjutkan pendidikan di SMAN 2 Jayapura terlihat dari jumlah peserta didik baru yang mengikuti Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027. Sebanyak 541 siswa baru mengikuti kegiatan yang resmi dibuka melalui upacara bendera di halaman sekolah, Rabu (8/7/2026).
Upacara pembukaan dipimpin langsung oleh Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, S.Pd., didampingi dewan guru serta staf tata usaha. Pembukaan MPLS juga ditandai dengan penyematan tanda peserta kepada perwakilan siswa baru yang didampingi ketua panitia dan dewan guru.
Kepala SMAN 2 Jayapura, Lea Ansanay, mengatakan kegiatan MPLS akan berlangsung selama lima hari mulai 8 Juli 2026 sebagai bagian dari proses pengenalan lingkungan sekolah bagi peserta didik baru.
Saat ditemui wartawan, Lea Ansanay menjelaskan bahwa materi yang diberikan tidak hanya berasal dari tenaga pendidik di lingkungan sekolah, tetapi juga menghadirkan narasumber dari berbagai instansi.
“Lanjut Lea Ansanay, untuk pemateri dalam kegiatan masa pengenalan lingkungan sekolah kali ini, berasal dari internal sekolah maupun dari luar sekolah seperti BNN Provinsi terkait narkotika dan pihak KPK soal pencegahan korupsi dan sebagainya,” ujarnya.

“Berharap semua berjalan dengan sebaik mungkin sampai dengan selasai nantinya,” ucapnya.
Selama MPLS, para siswa baru akan diperkenalkan dengan lingkungan fisik sekolah, para guru, staf tata usaha, petugas kebersihan, hingga petugas keamanan. Pengenalan tersebut diharapkan dapat membantu peserta didik beradaptasi dengan suasana belajar yang baru.
Lea Ansanay juga mengingatkan panitia dan pengurus OSIS agar menjadi teladan bagi para peserta didik baru selama pelaksanaan MPLS.
“Selanjutnya, buat Panitia maupun Osis sekolah supaya dalam masa pengenalan lingkungan sekolah dapat menunjukan karakter positif kepada calon siswa baru yang berjumlah 541 orang tersebut,” tegasnya.
Selain itu, pihak sekolah menetapkan aturan bagi seluruh peserta MPLS untuk tidak membawa sepeda motor ke sekolah karena sebagian besar belum memiliki Surat Izin Mengemudi (SIM). Selama kegiatan berlangsung, siswa diimbau datang ke sekolah dengan diantar oleh orang tua atau wali.
(Melviandres Pamanggori/Redaksi)





Apa komentar anda ?