WAMENA-NOKENLIVE.com – Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan melalui Dinas Sosial menyalurkan bantuan bahan makanan (Bama) kepada ratusan warga pengungsi akibat konflik perang antarkelompok yang terjadi di wilayah Lanny Jaya dan Kurima.
Bantuan tersebut disalurkan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan, Yanius Telenggen, ke sejumlah titik pengungsian di Wamena, Selasa (19/5/2026).
Adapun lokasi penyaluran bantuan berada di Gereja Baptis Betlehem Wamena dan Gereja GIDI Efesus Wamena yang saat ini menjadi tempat penampungan warga terdampak konflik.
Bantuan yang diberikan berupa beras, minyak goreng Bimoli, susu, gula, selimut, tikar, dan karpet untuk membantu memenuhi kebutuhan dasar para pengungsi selama berada di tempat penampungan.

Dalam keterangannya saat menyerahkan bantuan di Gereja GIDI Efesus Wamena, Yanius Telenggen mengatakan pemerintah hadir untuk memberikan perhatian dan dukungan kepada masyarakat yang terdampak konflik.
“Setelah terjadinya konflik perang antara Lanny Jaya dan Kurima, sebagian masyarakat mengungsi di sini di Gereja GIDI Efesus Wamena. Kami dari Pemerintah Provinsi Papua hadir membawa bantuan dalam bentuk beras, tikar, selimut, minyak goreng, susu, dan gula,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa bantuan tersebut diprioritaskan untuk anak-anak dan warga yang paling membutuhkan.
“Yang lebih prioritas adalah anak-anak kecil. Kumpulkan mereka, masak dan kasih makan mereka baik-baik. Bapak ibu yang ada di sini harus memperhatikan mereka dan memberikan makanan yang cukup supaya mereka bisa bertahan,” katanya.
Menurut Yanius, pemerintah saat ini masih melakukan pendataan jumlah pengungsi di setiap titik penampungan guna memastikan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik.

“Kami belum tahu kapan mereka bisa kembali ke rumah. Untuk itu, ini adalah bantuan awal dari pemerintah provinsi. Kami juga datang untuk mengecek jumlah pengungsi, berapa anak-anak, orang dewasa, dan total pengungsi yang ada,” jelasnya.
Ia menambahkan bahwa pemerintah kabupaten bersama berbagai pihak lainnya juga akan terus memberikan bantuan bagi warga pengungsi.
“Pemerintah kabupaten juga akan membantu. Teman-teman dari berbagai pihak akan membawa bantuan ke sini. Jadi gunakan bantuan makanan yang kami bawa ini dengan baik,” tambahnya.
Sementara itu, pimpinan Gereja GIDI Efesus Wamena, Salem Narek, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan atas kepedulian terhadap masyarakat yang mengungsi di gereja tersebut.
“Kami sangat berterima kasih kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Papua Pegunungan. Jumlah pengungsi di sini hampir lebih dari enam ratus orang dan kami mengalami kesulitan, terutama untuk kebutuhan makan,” ungkapnya.
Menurut Salem Narek, bantuan yang diberikan sangat membantu masyarakat yang sedang berada dalam situasi sulit akibat konflik.
“Pemerintah peduli membantu kami hari ini. Bantuan selimut, beras, minyak goreng, tikar, gula, dan kebutuhan lainnya sangat berarti bagi masyarakat di sini,” katanya.
Ia berharap perhatian pemerintah terus berlanjut hingga kondisi keamanan kembali pulih dan masyarakat dapat kembali ke rumah masing-masing.
“Saya mewakili umat dan pimpinan gereja menyampaikan terima kasih. Tuhan akan melihat pelayanan Pemerintah Provinsi Papua Pegunungan dan memberkati semua pihak yang membantu masyarakat dalam kesulitan ini,” tutupnya. (Tundemin Kogoya – Redaksi DA)





Apa komentar anda ?